Bali Usulkan Tiga Hal saat Rapat Virtual KONI Seluruh Indonesia

IGN Oka Darmawan

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSAda tiga hal yang akan diusulkan KONI Bali pada rapat KONI Pusat dengan KONI seluruh provinsi di Indonesia dengan cara virtual pada Selasa 12 Mei 2020. Hanya saja tiga hal tersebut bakal diusulkan jika memang ada pembahasan yang menyangkut hal-hal tersebut.

Menurut Sekretaris Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan, tiga hal itu bakal disodorkan jika memang materi pembahasannya terkait dengan persiapan dini PON XX/2021 mendatang di Papua.

“Tiga hal tersebut yang kami siapkan untuk bahan usulan tak lain yakni terkait dengan Pra-PON yang tidak digelar lagi lantaran posisi PON yang ditunda hanya gelarannya saja. Apalagi sekarang untuk atlet yang lolos PON seluruh provinsi di Indonesia juga sudah masuk dalam entry by number atau pendaftaran tahap I,” ungkap Oka Darmawan, Senin (11/5/2020).

Selain itu yang tak memungkinkan lagi digelar Pra-PON versinya, karena waktu yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan. Selain itu kerja kersa para atlet lolos PON juga sudah dilakukan tahun lalu.

“Ya itu jelas kan tidak mungkin dilakukan Pra-PON karena tahun ini saja situasi dan kondisi virus corona di Indonesia belum jelas pasti kapan berakhir. Selanjutnya soal anggaran juga yang tidak mungkin KONI provinsi akan mengajukan anggaran Pra-PON lagi, dan untuk Pra-PON lagi sudah jelas waktu tidak ada karena mepetnya dengan gelaran PON tahun depan,” imbuh pria yang juga Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu.

Dua hal usulan lainnya yakni soal batasan usia atlet pasca penundaan gelaran PON juga tidak perlu ditunda karena selain pertimbangan sudah entry by number, juga pertimbangan untuk menghargai atlet yang sudah lolos PON yang usianya merupakan terakhir untuk mengikuti PON Papua tersebut.

“Kan tidak mugkin jika atlet yang sudah lolos PON dan ikut PON itu terakhir kalinya tiba-tiba dirubah batasan usianya sehingga alet tersebut tidak bisa turun. Ini tidak adil dan kami akan mencari kepastian soal hal tersebut di rapat virtual itu jika memungkinkan nantinya. Intinya kita semua harus menghargai kerja keras atlet yang sudah lolos PON,” tegas Oka Darmawan.

Hal terakhir soal usulan yakni adanya peninjauan kembali 10 cabang olahraga (cabor) yang tidak dipertandingkan lalu. Pasalnya hal itu juga terkait dengan pembinaan dan prestasi para atlet apalagi cabor tersebut juga ada yang sudah dipertandingkan di SEA Games maupun Asian Games. (yus)