Jelang Penerapan PKM, Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Denpasar Diatur Jaraknya

Pedagang di pelataran Pasar Kumbasari Denpasar mulai diatur jaraknya. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Pedagang di pelataran Pasar Kumbasari kini diatur jaraknya menyusul akan diberlakukannya Perwalikota Denpasar soal Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Bahkan, sebagian pedagang dipindah ke pelataran Pasar Badung. Hal ini dilakukan agar ada jarak antara satu pedagang dengan lainnya sehingga tidak saling berdesakan.

Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma Pasar Badung IB. Kompyang Wiranata ditemui Sabtu (9/5/2020) mengatakan, pengaturan jarak ini untuk mencegah penularan virus corona sehingga protokol kesehatan terutama jarak fisik harus dilakukan. “Penerapan physical distancing (pengaturan jarak fisik), sebagai salah satu klausul dalam Perwali PKM,” kata Gus Kompyang.

Ia menambahkan, antara satu lapak pedagang dengan yang lainnya diatur jaraknya sekitar 1,5 meter. Hal ini dilakukan agar pedagang dan pembeli tidak berkerumun sebagai upaya mencegahan penyebaran Covid-19.

Pria yang akrab disapa Gus Kowi ini menjelaskan, penataan jarak antar pedagang ini mulai diberlakukan sejak Kamis (7/5/2020). Penataan ini mengikuti imbauan pemerintah Kota Denpasar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tidak hanya pengaturan jarak antar pedagang, para pedagang dan pengunjung yang datang ke pasar wajib memakai masker.

“Kalau pedagang tidak memakai masker akan kami tegur dan jika membandel bisa kami tidak izinkan berjualan, dan bagi para pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperkenankan masuk ke areal pasar,” katanya.

Pengelola pasar akan secara ketat memantau baik pedagang maupun pengunjung agar mengikuti protokol kesehatan terutama physical distancing, pemakaian masker, dan penyediaan wastafel cuci tangan. Dengan penataan ini, suasana pasar pun tampak lebih rapi, bersih dan tertata. “PKM di Kota Denpasar yang dilaksanakan pertengahan Mei mendatang,” jelasnya.

Gus Kowi mencatat ada sekitar 102 pedagang di Pasar Kumbasari yang direlokasi ke pelantaran Pasar Badung. Biasanya pedagang pelataran saat pagi hari suasananya cukup ramai. Tidak saja pedagang lapak, juga terdapat sejumlah pedagang bermobil. Untuk mencegah  terjadinya kerumunan, pedagang pelataran ini disebar.

“Area parkir kini kami manfaatkan untuk pedagang pelataran agar dapat mengurangi kerumunan, adapun pedagang yang direlokasi seperti pedagang buah,sayuran, bumbu dan lain sebagainya,” jelasnya.

Gus Kowi  menegaskan, area yang ditata untuk pedagang pelataran saat ini awalnya adalah tempat parkir mobil. Di tempat ini pun sudah ada tanda garis putih guna mengatur kendaraan agar rapi. Garis putih ini pula yang kemudian dijadikan batas antar pedagang sehingga tampak dari atas barang dagangan para pedagang sangat rapi.

“Untuk parkir, masih bisa dipakai di basement,” jelasnya sembari mengatakan hal tersebut juga telah dilaksanakan di Pasar Anyar Sari (Batu Kandik) sejak 29 April lalu.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, persiapan yang dilakukan pengelola Pasar Badung hendaknya bisa diikuti pengelola pasar lainnya, termasuk pusat perbelanjaan dan pasar tradisional lainnya.

“Nantinya setelah PKM ini diterapkan kami berharap bisa diikuti dengan baik oleh masyarakat dan  pelaku usaha lainnya. Penerapan PKM ini untuk kepentingan kita bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga kondisi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat bisa kembali normal. Untuk itu mari kita ikuti dengan disiplin dan dengan penuh kesadaran,” ajaknya.(ari)