Desa dan Kelurahan di Denpasar Mulai Perketat Wilayah Jelang Penerapan PKM

Pengetatan wilayah di Desa Padangsambian Klod. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Jelang penerapan Peraturan Walikota Denpasar tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), wilayah desa/kelurahan dan desa adat di Kota Denpasar mulai melaksanakan pengetatan wilayah dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Desa Padangsambian Klod melalui Satgas Gotong Royong Desa Padangsambian Klod melaksanakan pemantauan beserta sidak serentak di 25 titik pintu keluar masuk wilayah tersebut melibatkan total 250 personel.

“Kegiatan ini melibatkan unsur Satgas Covid-19, BPD, perangkat desa, prajuru banjar, pecalang, Linmas Babinsa dan Babinkamtibmas,” kata Perbekel Desa Padangsambian Klod, Gde Wijaya Saputra, Sabtu (9/5/2020).

Dikatakan, Desa Padangsambian Klod sudah memetakan 25 titik pintu keluar masuk wilayah dan titik strategis, yang setiap hari akan dipantau.  Dengan pemantauan ini diharapkan dapat meminimalisir pergerakan masyarakat dan semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dan menjaga pola hidup sehat, melakukan phsycal distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Ini semua sesuai arahan Bapak Walikota Denpasar terkait penerapan Perwali PKM yang nantinya akan mengatur pembatasan secara ketat. Pembatasan tersebut tanpa melakukan penutupan akses perlintasan. Namun, setiap pintu masuk baik perlintasan kabupaten maupun seluruh pintu masuk desa/kelurahan di Kota Denpasar akan dijaga ketat oleh masing-masing Satgas Covid-19,” katanya.

Ia melanjutkan, yang kedapatan masuk wilayah Kota Denpasar atau desa/kelurahan di Denpasar tanpa kejelasan, bisa ditolak. Selain itu, mereka yang tidak menggunakan masker juga akan disuruh putar balik, tanpa negosiasi. Dan mereka yang masih dalam satu desa adat, jika melanggar, bisa juga dikenakan sanksi sesuai dengan perarem masing masing masing desa adat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gde Rai, mengatakan dalam PKM Kota Denpasar ini, intinya akan diatur kegiatan masyarakat secara lebih ketat lagi, mengingat sekarang transmisi lokal Covid-19 masih terjadi.

Demikian pula aktivitas masyarakat di Kota Denpasar juga masih masif. Ini sesuai instruksi Walikota Denpasar bahwa semua desa dan kelurahan sampai dusun dan lingkungan diminta melakukan pengetatan wilayah untuk mencegah penularan Covid-19, sehingga seluruh desa dan kelurahan harus secara rutin melakukan sidak dan pemantauan di wilayah masing masing. (ari)