Selesaikan Program 2020, KONI Bali Bakal Selenggarakan Rakor

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSPasca keputusan resmi ditundanya gelaran PON XX di Papua dari tahun 2020 menjadi tahun 2021, KONI Bali langsung menyiapkan langkah cepat untuk merubah dan menyelesaikan program tahun ini melalui Rapat Koordinasi dengan para anggotanya setelah secara klinis virus corona lenyap di Bali.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menuturkan, semua hal harus diselesaikan secara tuntus yang menjadi kewajiban KONI Bali. Langkah paling riil yakni melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan para anggotanya semisal KONI kabupaten dan kota seluruh Bali, pengprov cabang olahraga (cabor) serta utamanya dengan para atlet PON Bali.

“Nanti kami buat rakor untuk mengambil sikap bersama serta menginformasikan serta membahas perubahan program yang kami buat karena pasca PON ditunda banyak program yang harus dirubah. Hanya memang ada program yang tetap harus jalan seperti Pelatda Bali termasuk pembinaan atlet dan intinya kami menyelesaikan banyak hal,” ungkap Suwandi, Kamis (7/5).

Diakuinya untuk program pelatda Bali yang harus jalan tersebut karena meski PON ditunda namun persiapan tetap harus dilakukan oleh para atlet PON Bali sehingga ketika situasi normal dan bisa latihan bersama maka dasar kebugaran sudah ada dan tetap terjaga.

Tak terkecuali versinya, dengan membahas soal Porprov Bali ditunda atau tidak. Pastinya hal itu akan dibicarakan dengan komprehensif apakah melalui virtual atau rakor tersebut. Namun semuanya itu diakui mantan Ketua KONI Badung masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Tinggal menunggu pada Senin (11/5) KONI Badung bakal menghadap ke KONI Bali dan apakah itu soal Porprov Bali Suwandi masih belum tahu secara pasti.

“Kita tunggu saja hasil pertemuan nanti. Selain itu juga kami minta para pengprov cabor yang masa bhaktinya sudah habis agar melaksanakan musyawarah provinsi (Musprov) untuk memilih ketua umum dan pengurus yang baru. Itu harus dilakukan agar organisasi bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan AD/ART cabor itu sendiri,” imbuhnya.

Disebutkanya memang banyak tahun ini pengprov cabor yang habis masa bhaktinya dan harus melakukan musprov. Salah satunya yakni Pengprov Perbasasi Bali yang masa bhaktinya bahkan sudah habis tahun lalu. “Tak kalah pentingnya kami di internal KONI Bali juga akan merancang anggaran untuk tahun depan termasuk untuk berlaga di PON Papua. Hanya kami masih belum menghitung anggaran yang kami ajukan nantinya,” tutup Suwandi. (yus)