Penundaan Porprov Bali 2021 Ada Mekanismenya

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSSanternya kabar terkait diundurnya gelaran Porprov Bali XV di Badung dari semestinya tahun 2021 menjadi tahun 2022 karena berdekatan gelaran dengan PON XX/2020 yang diundur ke tahun 2021, KONI Bali menyikapi jika semua itu terpenting sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada dan berlaku.

Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, mekanisme dan prosedur itu bisa dilihat atau dicontoh dari sikap dan keputusan yang diambil Pemerintah Provinsi Papua saat menunda gelaran PON dari tahun 2021 menjadi 2022.

“Sudah jelas seperti apa prosedur dan mekanisme yang dilakukan Papua saat PON diundur setahun. Mekanismenya sudah jelas termasuk prosedurnya. Kita contoh saja yang mereka lakukan. Dan ini sama dengan mekanisme dan prosedur untuk Porprov Bali jika diundur,” tutur Suwandi ketika dihubungi Selasa (5/5/2020).

Disebutkannya, PON Papua resmi ditunda setelah diumumkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Namun sebelumnya ada prosedur dan mekanisme yang dilakukan tuan rumah Papua. Melalui Gubernur Papua Lukas Enembe yang mengajukan permohonan penundaan gelaran PON XX dari tahun 2020 ke tahun 2021 ke Menpora untuk selanjutnya dimohonkan ditindak lanjuti ke Presiden. Dengan alasan yang jelas yakni karena kondisi dan situasi virus corona.

“Intinya, utama prosedur dan mekanismenya seperti itu. Jadi seperti itu juga prosedur dan mekanisme di Porprov Bali. Sebenarnya sederhana tinggal Pak Bupati Badung mengajukan surat resmi  permohonan penundaan Porprov Bali ke Pak Gubernur dengan tembusan KONI Bali dengan pertimbangan dan dasar penundaannya. Nanti tinggal Gubernur Bali berdasarkan surat resmi memutuskan apakah ditunda atau tidak,” tambah mantan Ketua KONI Badung itu.

Bahkan pengajuan tuan rumah Porprov Bali juga ada syarat utama yang penting yakni kabupaten atau kota yang mengajukan tuan rumah Porprov Bali harus membawa surat rekomendasi dari Bupati dan DPRD setempat. Begitu juga dengan pengajuan tuan rumah pada PON.

“Saya rasa semua kita semua memaklumi dan mengerti dengan apa yang kita hadapi sekarang ini yakni terkait pandemi Covid-19. Jadi jika Porprov Bali ditunda saya rasa semuanya akan menghormati,” tukas Suwandi. (yus)