Pasien Covid-19 di Bali Bertambah 25 Orang, 22 Orang Merupakan Transmisi Lokal

Dewa Made Indra (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Jumlah pasien positif Covid-19 di Bali secara kumulatif hingga Minggu (3/5/2020) berjumlah 262 orang atau bertambah 25 orang kesemuanya WNI, terdiri dari tiga pekerja migran Indonesia (PMI) dan 22 transmisi lokal.

Demikian disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. “Sedangkan jumlah pasien sembuh 151 orang (bertambah 22 orang WNI, terdiri dari 14 orang PMI dan 8 orang non PMI, sementara pasien meninggal tetap  empat orang,” imbuh Dewa Made Indra.

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali itu mengatakan, untuk jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 107 orang berada di sembilan rumah sakit dan karantina (Bapelkesmas).

Dewa Indra mengatakan jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal sejumlah 90 Orang. Hal ini juga berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Gubernur Bali, lanjut dia, telah menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 303/04-G/HK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali. Dalam keputusan tersebut, status tanggap darurat diperpanjang dari tanggal 30 April – 30 Mei 2020. Status tanggap darurat seterusnya akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan.

Selain itu, juga dikeluarkan Surat Gubernur Bali Nomor 511/3222/Dishub, tentang Pengendalian Pintu Masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020, pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriyah mulai berlaku dari tanggal 1 Mei 2020.

Terkait kasus di Dusun Serokadan, Bangli, Dewa Indra mengatakan telah dilakukan karantina wilayah di Dusun Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli sebagai tindak lanjut dari hasil rapid test yang dilaksanakan dari tanggal 30 April 2020 sampai 1 Mei 2020. Hasil dari rapid test tersebut akan ditindak lanjuti berupa pemeriksaan swab untuk menentukan kondisi warga apakah positif atau negatif Covid-19.  

 Dewa Indra mengingatkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua fungsi. Pertama, bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/droplet akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain.

“Untuk menghindari penularan virus corona kita harus disiplin/rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir,” pesannya. (ari)