Gubernur Koster Minta Pusat Izinkan Pekerja Luar Bali yang Kini Nganggur bisa Dipulangkan

0
1223
Gubernur Koster saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada Minggu (3/5/2020). (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo agar Pemerintah Pusat membantu dan memfasilitasi adanya warga luar Bali yang berprofesi sebagai tukang bekerja di Bali diberikan izin pulang ke daerahnya masing-masing.

“Mereka jumlahnya hampir 1.000 orang, sudah tidak ada pekerjaan dan tidak ada tempat tinggal di Bali, sebaiknya diberikan izin pulang, kesemuanya sudah mengantongi surat dari Gugus Tugas Provinsi Bali,” ucap Gubernur Koster saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada Minggu (3/5/2020).

Gubernur Koster memintakan izin ke Pemerintah Pusat melalui Doni Monardo karena adanya imbauan Pusat agar warga tidak mudik.

Selain soal warga luar Bali yang sudah tidak ada pekerjaan lagi, Gubernur yang saat video conference didampingi Sekretaris Daerah Pemprov Bali Dewa Made Indra serta Kepala OPD terkait juga menyampaikan agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan merealisasi permintaan Pemprov Bali menambah dua tempat lagi sebagai uji swab, selain RSUP Sanglah. Dua tempat yang diusulkan sebagai uji swab yakni RS PTN Unud dan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa.

“Kami sedang menyiapkan tambahan fasilitas untuk uji swab di RS PTN Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, selain di RS Sanglah,” ucap Gubernur Koster

Gubernur mengatakan di kedua tempat tersebut perlengkapannya sebagian besar sudah tersedia, dan tinggal beberapa peralatan saja yang dimohonkan Pemerintah Pusat melengkapinya. Gubernur Koster melanjutkan, penambahan fasilitas uji swab di dua tempat tersebut sangat penting karena akan meningkatkan jumlah sampel yang bsia diuji sekaligus mempersingkat waktu.

“Kami juga melaporkan, sebelumnya ada berita cukup ‘heboh’ di satu desa di Kabupaten Bangli yang dilaporkan terdapat 443 orang yang positif setelah di-rapid test. Namun setelah di-rapid test ulang dan dilanjutkan dengan tes swab, hasilnya 275 orang negatif. Tinggal 139 orang menunggu hasil tes swab-nya. Mudah-mudahan semuanya negatif. Untuk itu saya mohonkan semua media yang memberitakan hal tersebut, bisa merevisi beritanya bahwa hasil tes swab-nya negatif,” pinta Koster.

Saat ini, kata Gubernur Koster, penanganan Covid-19 di Bali sedang konsen di tiga  kabupaten, yakni Bangli, Karangasem dan Kabupaten Buleleng karena ada penambahan transmisi lokal lewat para PMI.

Menjawab permintaan Gubernur Koster tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo pada video conference yang juga diikuti Gubernur se-Indonesia mengatakan untuk fasilitas uji swab di RS Udayana dan Kedokteran Warmadewa akan segera difasilitasi.

Sedangkan terkait nasib sekitar 1.000 pekerja dari luar Bali yang kini menganggur, Doni Monardo mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak pelabuhan di Jawa Timur agar nasib para pekerja di Bali yang akan kembali ke daerahnya bisa difasilitasi dan tidak lama terkatung-katung.  (ari)