Masih Terjadi Kasus Covid-19, Gubernur Bali Perpanjang Status Tanggap Darurat

Dewa Made Indra (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor: 303/04-G/HK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali. Dalam keputusan tersebut, status tanggap darurat diperpanjang dari tanggal 30 April sampai dengan tanggal 30 Mei 2020. Status tanggap darurat seterusnya akan dievaluasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, diperpanjangnya status tanggap darurat tersebut lantaran masih ditemukannya kasus positif Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Hingga Sabtu (2/5/2020) secara kumulatif pasien positif Covid-19 di Bali tercatat 237 orang atau bertambah dua orang WNI melalui transmisi lokal.

Sedangkan pasien sembuh bertambah delapan orang terdiri dari lima orang pekerja migran Indonesia (PMI) dan tiga orang non-PMI sehingga total pasien sembuh menjadi 129 orang. Sementara jumlah pasien meninggal Covid-19 tetap empat orang, dan jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 104 orang yang berada di sembilan rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas.

Selain memperpanjang status tanggap darutat, kata Dewa Indra, Gubernur juga telah menerbitkan Surat Gubernur Bali nomor 511/3222/Dishub tentang Pengendalian Pintu Masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020, pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriyah mulai berlaku tanggal 1 Mei 2020.

Dewa Indra menjelaskan bahwa berdasarkan surat tersebut, yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Berkaitan dengan ini, Pemprov Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali  mengimbau masyarakat untuk  menaati peraturan tersebut  dengan penuh disiplin  sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia mengatakan, Gugus Tugas berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri dan Pemerintah  Pusat di daerah bersama sama menegakkan peraturan Menhub No 25/2020 dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu masuk  Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa  dan Pelabuhan Padang Bai. Kalau masyarakat akan melintasi jalur ini maka  pada pintu masuk akan  dijaga petugas.

“Untuk itu dimohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama,” demikian Dewa Made Indra. (ari)