Kalangan Olahraga Tanggapi Beragam Soal Rencana Ditundanya Porprov Bali XV/2021

Willy Soedarno (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Beredarnya kabar jika Badung bakal menunda hajatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2021 menjadi tahun 2022 ditanggapi beragam dari kalangan olahraga di Bali.

Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), misalnya, menyatakan tidak ada beban, sementara KONI Tabanan lebih memilih untuk menunggu kepastian saja.

“Bagi kami tidak ada beban dengan ditunda atau tidak Porprov Bali di Kabupaten Badung nanti, karena kami tak masalah, tidak apa-apa dan setuju saja terhadap apa yang akan diakukan tuan rumah Porprov Bali XV dalam hal ini Badung. Kami mengikuti saja apapun keputusannya nanti dan akan selalu mendukung. Bagi cabang olahraga (cabor) biliar kami juga selalu mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” ungkap Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, Sabtu (2/5/2020).

Bagi POBSI Bali, kata Willy, Porprov merupakan event yang bukan terakhir di Badung itu tapi merupakan event rutin dua tahun sekali sehingga tidak perlu dipermasalahkan dan tetap didukung. Apalagi itu sifatnya diundur dan bukan dihentikan. Apalagi dasar pengunduran itu sangat kuat dan perlu dimaklumi.

“Kami realistis saja jika Porprov Bali tahun depan diundur setahun karena memang semuanya bisa diterima dengan dasar yang memang harus kita terima dan harus kita peduli karena ini untuk kepentingan kesehatan semuanya,” sebut Willy.

Sementara itu, menanggapi kabar tersebut Ketua KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan mengaku jika dirinya menunggu saja kepastian dari keputusan tuan rumah Badung. “Kami harap semoga kejelasannya bisa diinformasikan sesegera mungkin karena menyangkut pembahasan anggaran yang dibutuhkan,” terangnya.

Artiya, lanjut dia, KONI Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung bisa memutuskan apakah ditunda atau tidak, dan seandainya memilih ditunda maka nantinya disampaikan ke KONI Bali. Selanjutnya KONI Bali melaporkan kepada Pemprov Bali selanjutnya keputusan tersebut bisa disikapi oleh KONI-KONI kabupaten seluruh Bali.

“Biasanya pembahasan anggaran untuk Porprov Bali itu dilakukan di bulan Juni dan sekarang waktunya tinggal sebulan lebih. Jadi kepastian mundur tidaknya sangat kami tunggu. Dengan demikian ketika nantinya ada kejelasan dari tuan rumah, kami tinggal melaporkan ke Pemkab Tabanan. Jadi anggarannya bisa disesuaikan nantinya dengan kebutuhan kami di tahun 2021,” tukasnya. (zil)