Teleconference dengan UKM, Wabup Kembang Tampung Keluh Kesah, Ingatkan Jangan Putus Asa

Wabup Kembang Hartawan teleconference dengan para pelaku UKM yang ada di Kabupaten Jembrana.Wabup didampingi Kadis Perindagkop Pemkab Jembrana I Komang Agus Adinata.

Jembrana, PERSPCTIVESNEWS Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kamis (30/4/2020) menggelar teleconference dengan puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) se-Jembrana. Video conference ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperindag I Komang Agus Adinata dan perwakilan PLUT Jembrana yang berlangsung di Executive Room Kantor Bupati Jembrana.

Teleconference bertujuan membangun sinergi pemerintah daerah dengan pelaku UKM guna menyatukan langkah dan gerak dalam menghadapi krisis ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Dalam video conference tersebut, Wabup Kembang menyapa satu per satu pelaku UKM yang mengikuti vicon tersebut, sembari mendengarkan keluh kesah mereka menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.

Seperti pelaku UKM tenun Widi Adnyana, yang menceritakan bagaimana sulitnya berjuang dalam memasarkan produknya akibat daya beli masyarakat menurun di tengah pandemi saat ini. Di sisi lain ia mengaku tidak putus asa, bahkan sampai sekarang belum merumahkan karyawannya.

Pemilik Tenun Putri Mas ini malah melakukan inovasi dengan melihat tren apa yang sedang ramai di masyarakat dan melakukan strategi pemasaran.

“Di tengah pandemi ini saya tidak mau putus asa. Strategi saya melihat tren apa yang sedang ramai di masyarakat, seperti saat pandemi ini sedang tren masker. Kami melihat tren tersebut dan melihat sebagai peluang untuk mulai memasarkan masker dan tentu dengan strategi yang berbeda menggunakan bahan tenun,” kata Widi.

Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengapresiasi apa yang banyak dilakukan para pengusaha Jembrana yang pintar melihat peluang di tengah pandemi. “Sebagai pengusaha memang perlu dilakukan inovasi dan pintar dalam melihat tren yang sedang berlangsung. Apa yang dilakukan mereka tentu saya harap bisa menjadi contoh pengusaha lainnya di Jembrana untuk tidak putus asa dan terus berusaha melihat peluang di pasar,” paparnya.

Namun, ia tak menampik dalam kondisi saat ini tentu daya beli masyarakat menurun. Akan tetapi hal tersebut diharapkan jangan dijadikan alasan sehingga menyebabkan dampak terhadap ekonomi semakin menurun.

Kembang menambahkan, di tengah pandemi ini juga pembatasan untuk keluar rumah menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, apalagi terhadap pengusaha yang masih memasarkan produknya dengan cara konvensional.

“Saat ini banyak alternatif pemasaran yang lebih efektif dan aman. Solusinya tentu dengan pemasaran via online (medsos), apalagi saat ini hampir semua orang memiliki medsos. Ini adalah era digital, banyak platform penyedia jasa antar jemput barang/makanan. manfaatkan itu untuk memasarkan produk,” kata Kembang.

Kembang juga menyampaikan saat ini pemerintah daerah tengah berupaya memberdayakan para pengusaha untuk terlibat dalam penanganan Covid-19. “Saat ini melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga telah berkoordinasi dengan para pengusaha dengan melibatkan mereka, baik konsumsi, alat medis (masker) untuk diproduksi oleh pengusaha di Jembrana,” imbuhnya. (utu)