Selama Tiga Hari, sudah 74 PMI Jembrana Dipulangkan dari Karantina

Wabup Kembang Hartawan melepas 74 PMI yang dikarantina di Hotel Ratu Jalan Ngurah Rai Negara pada Kamis (30/4/2020).

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah memulangkan total 74 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana usai menjalani karantina dan dinyatakan sehat. Terbaru sebanyak 11 PMI yang dikarantina di Hotel Ratu serta tiga warga PMI di Hotel Jimbarwana, diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Pelepasan PMI oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bertempat di Hotel Ratu pada Kamis (30/4/2020). Pemulangan dibagi dalam tiga gelombang. Sebelumnya, pada  Selasa (28/4/2020) di Hotel Jimbarwana sudah dipulangkan sebanyak 18 orang. Sedangkan Rabu (29/4/2020) sebanyak 42 PMI juga dipulangkan usai menjalankan karantina.

Wabup Kembang Hartawan mengatakan, dengan selesainya karantina oleh PMI, tidak ada lagi stigma negatif yang ditujukan kepada mereka. Terlebih PMI Jembrana telah selesai dikarantina selama 14 dan dibekali kartu keterangan sehat.

“Selain menyelesaikan karantina selama 14 hari, mereka juga telah menjalani rapid test dua kali, hasilnya negatif. Pengecekan kesehatan juga dilakukan rutin saat karantina,” kata Kembang.

Kembang Hartawan memberikan apresiasi karena hingga saat ini seluruh tahapan dan prosedur karantina dapat dijalani dengan baik dan disiplin.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh tim pengawasan baik dari TNI/Polri hingga security hotel. Terima kasih juga kepada  manajemen hotel yang telah merelakan  usahanya sebagai tempat karantina,” ujar Kembang.

Seperti sebelumnya, Kembang juga mengajak PMI sekembalinya di masyarakat nanti mampu menjadi role model, terkait pencegahan corona di masyarakat. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan terus menerus melibatkan semua pihak untuk bersama-sama mengingatkan begitu bahayanya virus corona.

“Silakan pulang ke rumah, tapi tetap laksanakan standar protokol kesehatan dan physical distancing. Lakukan edukasi mulai dari keluarga di rumah hingga lingkungan sekitar,” kata Kembang.

Atas nama pemerintah daerah ia juga menyampaikan permohonan maaf  kepada warga PMI atas  penerimaan tidak lazim sejak tiba di Bali.

“Mohon dimaklumi sejak kedatangan harus menjalani rapid test dan dijemput menggunakan bus pemda ke lokasi karantina, bukan dijemput keluarga. Itu sudah kesepakatan dengan gugus tugas provinsi bagi pekerja migran untuk memutus penyebaran Covid-19 di Bali,” katanya.

Hasil penanganan Covid-19 di Jembrana, kata Kembang saat ini mulai terlihat. “Patut kita syukuri sampai saat ini seluruh tahapan  berjalan dengan baik. Seluruhnya dinyatakan negatif, ” papar Kembang.

Sementara perkembangan Covid-19 di Jembrana, ada kabar baik terkait kesembuhan seorang pasien positif. Warga asal Desa Pulukan- Kecamatan Pekutatan dinyatakan sembuh setelah sebelumnya dirawat di RS PTN Unud. Dengan demikian total pasien sembuh Covid-19 di Jembrana sebanyak enam orang. Sedangkan empat orang masih dirawat di RSU Negara, satu lagi dirawat di RS PTN Unud. Total kasus positif di Jembrana belum berubah sebanyak 11 orang.

“Warga sembuh Covid hari ini   seorang PMI sekaligus terkonfirmasi kasus positif kesepuluh di Jembrana. Dinyatakan positif hasil rapid test awal tiba di Bali  di UPTD Bapelkesmas Denpasar. Kemudian diperkuat dengan test swab hasilnya juga positif,” papar Arisantha.

Sedangkan untuk PDP masih tetap sama  sejumlah 27 orang. Diluar kasus positif, 13 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan tiga orang saat ini masih dirawat di RSU Negara.

Untuk PMI yang menjalani karantina, ada penambahan satu orang dan saat ini menempati Hotel Bali Sunset di Desa Baluk Kecamatan Negara sebagai rumah singgah. Sementara total PMI yang sudah menyelesaikan karantina sebanyak 74 orang.(utu/abhi humas)