Patut Diacungi Jempol, KONI Bali Lanjutkan Pelatda Meski PON XX Ditunda

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSProgram Pelatihan Daerah (Pelatda) Bali yang dibentuk KONI Bali untuk menopang prestasi atlet Bali di ajang PON XX, diputuskan jalan terus meski gelaran PON XX/2020 Papua ditunda menjadi 2021 akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Pelatda Bali yang diresmikan beberapa saat sebelum terjadinya pandemi Covid-19, dihuni ratusan atlet Bali yang sudah mengantongi tiket PON. Seluruh atlet tersebut sudah menjalani tes tahap I di GOR Lila Bhuana. Setelah pandemi Covid-19, seluruh atlet penghuni Pelatda Bali terpaksa harus berlatih di rumah masing-masing dan harus mengirimkan video rekaman Latihan melalui online.

Karena berlatih di rumah tanpa pengawasan pelatih itulah, sempat dispekulasikan akan dihentikan karena menyangkut rasionalisasi anggaran. Namun akhirnya KONI Bali memutuskan pelatda tetap berlanjut sampai tahun 2021 atau tahun depan sehingga otomatis jangka panjang. Sampai saat ini atlet lolos PON yang menghuni Pelatda Bali berjumlah 261 atlet dari 28 cabang olahraga (cabor).

Keputusan Pelatda Bali terus berlanjut dilakukan melalui rapat terbatas KONI Bali yang dilangsungkan di ruangan rapat KONI Bali yang dipimpin Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dan diikuti pengurus KONI yang berjumlah total tidak lebih dari 10 pengurus saja.

“Karena Pelatda Bali sudah berjalan dan atlet PON Bali sudah didaftarkan ke PB PON dalam bentuk pendaftaran tahap I yang berakhir 19 April lalu, maka Pelatda Bali tetap jalan sampai 2021. Semuanya tetap harus dimaklumi dan kita semua harus mendukung pemerintah yang kini tengah fokus dalam penuntasan penyebaran pandemi covid-19,” kata Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi usai rapat terbatas tersebut, Selasa (28/4/2020).

Diakuinya, sebagai insan olahraga memang wajib membeberikan dukungan bersama-sama kepada apapun kebijakan pemerintah. Ia mengajak semua pihak baik atlet, pelatih dan pengurus cabor bersama-sama saling memiliki, memaklumi dan menjalankan apa yang menjadi imbauan pemerintah. Dan para atlet harus tetap berlatih dalam kondisi sekarang ini.

“Penundaan PON XX/2020 di Papua hanya masalah pergeseran waktu sehingga tetap saja para atlet memiliki peluang berprestasi di PON Papua 2021. Apalagi falsafah atlet yakni jangan patah semangat, dan atlet itu jangankan berkorban semangat namun korban jiwa demi prestasi selalu dilakukan,” kata mantan Ketua KONI Badung itu.

Disebutkan Suwandi, kalangan olahraga juga harus memiliki sense of crisis serta saling bersama untuk kebaikan apalagi khusus untuk atlet merupakan patriot olahraga.

“Ayo para atlet dan pelatih tetap jalankan latihan mandiri dengan motivasi tinggi dan jangan menyerah dengan situasi seperti ini. Pasalnya semua ini bukan kehendak siapa-siapa melainkan merupakan musibah dan ini musibah secara nasional bahkan dunia,” pungkas Suwandi. (zil)