Regulasi Belum Ada, tapi PBSI Bali Berharap Tidak Ada Perubahan

Wayan Winurjaya (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSDalam olahraga multi event seperti PON, sebagian besar cabang olahraga memang ada yang memakai ketentuan batas umur sebagai syarat wajib bagi atlet yang boleh tampil. Salah satunya adalah bulutangkis. Namun, kini setelah PON ditunda apakah nantinya ada perubahan soal regulasi umur, masih ditunggu pihak PBSI Bali, terutama informasi dari Pengurus Pusat (PP) PBSI.

“Sampai saat ini kami belum menerima soal itu. Pasalnya, harus ada koordinasi dulu. Sedangkan rapat atau kegiatan membahas olahraga yang melibatkan orang banyak tidak dianjurkan. Tapi, kami berharap memang regulasi itu tidak berubah, agar tidak merugikan atlet yang sudah lolos,” ucap Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya saat dikontak Senin (27/4/2020).

Soal batasan umur di PON XX, PP PBSI sebelumnya menerapkan bahwa pebulutangkis yang boleh turun itu maksimal dengan umur 23 tahun. Kalaupun nantinya umur pebulutangkis sudah melewati ketentuan di tahun 2021, diharapkan bisa disikapi dengan bijaksana, karena PON XX tertunda.

“Jangan sampai merugikan atlet yang memiliki haknya. Apalagi sudah didaftarkan melalui entry by name serta number. Saya rasa, apa yang kami rasakan ini, sama juga dengan cabang olahraga lain yang memakai persyaratan batas maksimal umur,” tegasnya.

Sementara itu, Binpres PBSI Bali, I Made Wijaya yang dikontak terpisah menyebut, di tim bulutangkis PON Bali saat ini, ada tiga atlet yang umurnya 22 tahun. Mereka adalah Agus Aldi Santoso, Made Deya Surya Saraswati dan Ade Pranita Sulistya Devi.

“Seperti yang disampaikan Pak Winurjaya, kami harap regulasi yang sudah disepakati itu tidak ada perubahan lagi dan tetap memakai yang sudah ada. Ini kan hanya PON nya saja yang diundur, bukan berarti regulasi juga harus dirubah,” tegasnya.

Soal program latihan, Wijaya menambahkan meski PON ditunda, bukan berarti atlet istirahat dengan latihan rutinnya. “Yang pasti, kami di bulutangkis tetap berlatih karena selain PON, ada beberapa kejuaraan skala nasional maupun internasional yang akan diikuti selah virus Korona ini selesai. Dan tetap selalu mengikuti apa yang menjadi arahan KONI Bali dalam Pelatda PON Bali,” tandas Wijaya. (yus)