Kasus Positif Covid-19 Transmisi Lokal di Bali Terus Bertambah

Dewa Made Indra (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Kasus positif virus corona (Covid-19) di Bali bertambah 2 orang pada Rabu (22/4/2020) sehingga total menjadi 152 orang positif. Dari dua orang tambahan Covid-19 itu, seorang merupakan transmisi lokal dan satu imported case.

Ketua Harian Gugus Tukas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, prosentase positif Covid-19 akibat transmisi lokal menjadi 19,07 persen atau sebanyak 29 orang.

“Berbagai upaya terus dilakukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 bersama tenaga medis, tenaga keamanan dan semua instansi terkait untuk memutus rantai penularan Covid-19. Mulai dari mengedukasi masyarakat untuk tetap menggunakan masker baik dalam keadaan sakit atau sehat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir, menjaga jarak dan yang terpenting adalah mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucap Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

 Selain tambahan positif Covid-19, Dewa Indra juga menjelaskan ada penambahan pasien sembuh sebanyak 5 orang yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sehingga total menjadi 47 orang. Sedangkan yang meninggal juga bertambah seorang sehingga menjadi 4 orang terdiri dari 2 WNI dan 2 WNA.

Mengenai bertambahnya penyebaran akibat transmisi lokal, Dewa Indra menegaskan, menghentikan transmisi lokal tergantung pada sejauh mana kita mampu menerapkan disiplin diri untuk mengikuti imbauan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Karena penambahan transmisi lokal merupakan salah satu petunjuk bahwa masih adanya di antara kita yang belum disiplin.

“Kami terus berupaya agar kasus transmisi lokal di Bali tidak bertambah, karena sebuah kebijakan yang akan diambil harus berdasarkan fakta di lapangan. Oleh sebab itu pemerintah dan gugus tugas harus berada pada posisi yang benar dalam penggunaan instrumen kebijakan, dimana fakta lapangan yang berbeda tidak membutuhkan instrumen kebijakan yang sama. Hal ini khusus terkait dengan usulan agar Bali melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ujarnya.

Dewa Indra mengatakan, ada beberapa hal yang harus disiapkan jika kebijakan PSBB itu terpaksa dilakukan di Bali, yakni terjaminnya ketersediaan pangan dan obat-obatan, terjaminnya kesiapan tenaga keamanan bagi masyarakat.

Mengenai ketersediaan sarana prasarana logistik penanggulangan pasien, Dewa Indra mengatakan stok APD masih cukup, dengan rincian stok rapid test masih ada sebanyak 15.000 buah, masker medis 15.000, Alat Pelindung Diri bagi tenaga medis sebanyak 1.600 dan Pemerintah Provinsi Bali juga sedang menunggu kiriman masker medis N95 bantuan dari China yang sedang dalam administrasi Bea Cukai Jakarta pengiriman ke Bali.

Soal logistik, Dewa Indra mengatakan hingga saat ini ketersediaan logistik pangan masih aman, karena trafick perjalanan logistik makanan dan BBM di pintu masuk Gilimanuk mendapat pengecualian untuk datang. (ari)