Jika Jadi Digelar Nanti, Pertina Denpasar Tak Ubah Pola Kejuaraan Tinju Walikota Cup

Made Muliawan Arya (FOTO:dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSPertina Denpasar sebelumnya ingin menggelar Walikota Cup pada pertengahan Maret lalu. Namun sebelum kejuaraan digelar, ada anjuran dari pemerintah serta KONI bahwa seluruh kegiatan olahraga yang melibatkan orang banyak tidak diperkenankan karena pandemi Covid-19.

“Karena itu kejuaraan tinju Walikota Cup akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap Ketua Pengkot Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Denpasar, I Made Muliawan Arya, Selasa (21/4/2020).

Dia mengatakan, jika nantinya pandemi Covid-19 sudah selesai dan kejuaraan tinju Walikota Cup jadi digelar, pihak Pertina Denpasar tidak ingin mengubah pola yang sudah digarap dan terstruktur dari perencanaan awal.

“Tidak ada perubahan. Pesertanya tetap petinju amatir yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Bahkan, sebelumnya ada rencana petinju dari Banyuwangi dan NTB juga ingin ikut serta. Tapi, kondisi seperti sekarang membuat Walikota Cup tidak jadi digelar,” ucap pria yang akrab disapa De Gadjah ini.

Untuk kategori peserta, disebutkan De Gadjah yakni mulai dari kadet, junior serta senior pemula. Untuk petinju senior elit, tidak diperkenankan ikut karena esensi dari Walikota Cup yang dicanangkan oleh KONI Denpasar yakni pembibitan serta penjaringan petinju potensial.

“Target peserta yang kami pancang tentu sebanyak-banyaknya. Tapi, tergantung masalah anggaran juga. Jika anggaran mencukupi dan pesertanya membludak, pelaksanannya bisa tiga hari,” tegas De Gadjah.

Menurut De Gadjah, Walikota Cup ini bukan sekedar mencari juara semata, melainkan benar-benar mencari petinju yang potensial ke depannya.

Dikatakannya, dari ajang Walikota Cup ini sudah melahirkan petinju yang sampai go nasional seperti Pra-PON maupun PON. Petinju itu disebutkan di antaranya ada nama Krispinus di kelas 46 kg dan Cakti Dwi Putra kelas 75 kg.

“Jadi Walikota Cup ini memang wadah yang tepat untuk pembuktian petinju muda yang ingin berkarier sampai nasional. Bahkan, tak jarang, ada yang turun di Porprov Bali juga. Dan itu terbukti,” tandasnya sembari berharap, pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan segala kegiatan olahraga bisa berjalan normal kembali. (yus)