Penanganan Covid-19 di Bali sudah Tepat, Pasien Sembuh Nambah, yang Meninggal Tetap

Gubernur Wayan Koster saat video conference. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Penanganan pandemi Covid-19 di Bali dinilai sudah “on the track”, yang dibuktikan dengan bertambahnya jumlah pasien yang sembuh kini menjadi 42 orang, sedangkan yang meninggal tetap tiga orang.

Hingga Senin (20/4/2020) tercatat secara akumulatif yang terinfeksi pandemi global ini adalah 140 orang. Dari jumlah itu sebanyak 95 orang sedang dalam perawatan di 11 rumah sakit rujukan dan tempat karantina yang dikelola Provinsi Bali. Delapan orang di antara mereka adalah WNA dan sisanya WNI.

“Dari 132 orang WNI yang dinyatakan positif terinfeksi pandemi global ini, sebanyak 92 orang merupakan imported case atau terinfeksi karena memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Sedangkan 16 orang terinfeksi di daerah terjangkit di Indonesia dan 24 orang karena transmisi lokal atau terinfeksi di Bali karena adanya kontak langsung dengan penderita sebelumnya,” ucap Gubernur Wayan Koster saat video conference dengan bupati/walikota, Dandim, Kapolres dan PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, Senin (20/4/2020) di Gedung PRG Mapolda Bali, Denpasar.

Saat video conference Gubernur Koster didampingi Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana.

Gubernur Koster menyampaikan sampai tanggal 19 April 2020 jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) anak buah kapal (ABK) yang sudah datang sebanyak 10.684 orang. Mereka adalah warga Bali yang kembali karena dipulangkan oleh perusahaan di negara tempat mereka bekerja. “Mereka itu sejatinya adalah penyumbang devisa yang besar bagi Bali dan Indonesia,” imbuhnya.

Gubernur mengatakan, kedatangan mereka di bandara dan pelabuhan telah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat meliputi pemeriksaan sertifikat kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, dan rapid test Covid-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali.

Dalam penanganan PMI/ABK telah diatur pembagian tugas yaitu pasien yang positif Covid-19 ditangani oleh Gugus Tugas Pemerintah Provinsi Bali, sedangkan pasien yang negatif Covid-19 ditangani oleh Gugus Tugas Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.

Para PMI/ABK yang positif dirawat di rumah sakit rujukan, sedangkan yang negatif dikarantina di hotel atau fasilitas lain yang ditentukan oleh Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Tempat Karantina dijaga ketat oleh aparat keamanan. Para PMI/ABK harus tertib dan disiplin mengikuti protokol kesehatan tidak boleh keluar kamar.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali telah mengeluarkan seruan kepada seluruh masyarakat Bali untuk menerima tempat karantina bagi para PMI, dengan tidak melakukan gerakan penolakan dengan alasan apapun juga.

Koster mengatakan, Gugus Tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah saat ini tengah bekerja keras melakukan percepatan penanganan Covid-19 dengan menyiapkan berbagai upaya dan fasilitas kesehatan yang diperlukan. Karenanya masyarakat agar mengikuti imbauan dan instruksi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yaitu tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan membatasi aktivitas keluar rumah serta membatasi interaksi dengan masyarakat yang melibatkan banyak orang.  (ari)