Krisis Stok Darah, Jagabaya Dulang Mangap Buleleng Lakukan Aksi Donor Darah

0
66
Jagabaya Dulang Mangap Buleleng saat melakukan donor darah yang diikuti 110 relawannya. (FOTO: ist)

Buleleng, PERSPECTIVESNEWSMerebaknya wabah virus corona (Covid-19) di Pulau Bali berdampak pada berbagai sektor termasuk sektor kesehatan. Khususnya terkait ketersediaan darah, termasuk di wilayah Kabupaten Buleleng.

“Sejak wabah virus corona merebak, ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng semakin menipis,” jelas dokter Rizzani, Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cabang Buleleng.

Sementara kebutuhan akan darah cenderung tetap ada, yaitu untuk melayani rumah sakit khususnya untuk pasien pasca operasi dan pasien dengan kasus tertentu yang membutuhkan darah. Stok yang makin menipis ini diperkirakan karena masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Mengantisipasi semakin menipisnya stok darah di UTD PMI Kabupaten Buleleng, Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng melakukan aksi cepat tanggap dengan menggelar gerakan donor darah. Sebanyak 110 relawan dikerahkan untuk mendonorkan darahnya dalam 2 sesi kegiatan.

Aksi pertama dilaksanakan di markas PMI Kabupaten Buleleng sebanyak 50 orang datang bergantian mendonorkan darahnya sehingga mengumpulkan 40 kantong darah. Sementara aksi kedua dilakukan di Grya Agung Lingga Buana Pemuteran Gerokgak.

Sebanyak 60 relawan datang secara bergantian ke griya dimana petugas PMI Kabupaten Buleleng lengkap dengan mobil transfusinya melakukan pelayanan jemput bola. Aksi ini berhasil mengumpulkan 45 kantong darah.

“Aturan physical distancing dan protokol kesehatan dalam pencegahan wabah virus corona tetap diberlakukan, jadi relawan kami datang setiap 5 orang bergantian hingga terkumpul 60 kantong darah,” tegas jelas Ketua Jagabaya Dulang Mangap (JDM) Kabupaten Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja SE kepada wartawan Senin (20/4/2020).

Pasek Dibia mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai panggilan kemanusiaan. “Seperti diketahui transfusi darah sangat penting untuk menyelamatkan hidup seseorang, sehingga hal ini sangat urgen dilaksanakan di tengah menipisnya stok darah,” jelas pria yang juga seorang bankir ini.

Hal ini sesuai slogan Jagabaya Dulang Mangap yang menjadikan semangat mempersatukan umat dan mengabdi bagi kemanusiaan sebagai kewajiban utama, yaitu Satya Ring Sesana lan Wirang Ring Semeton.

Baginya panggilan kemanusiaan membantu sesama tidak harus berhenti di tengah wabah yang melanda. “Hanya saja cara untuk melaksanakannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan tentang penanganan dan pencegahan penyebaran wabah virus corona agar semua bisa aman dan tetap sehat,” jelas pria yang akrab disapa Gung Paul ini.

Seperti menerapkan physical distancing, tetap menjaja jarak serta menghindari keramaian dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah menjadi aturan yang wajib dipatuhi dan diikuti ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Menyambut imbauan PMI Kabupaten Buleleng untuk melaksanakan kegiatan donor darah secara berkelanjutan, pihaknya akan terus bergerak bersama dengan komponen masyarakat lain.

“Kami akan terus bergerak dan bersinergi dengan komponen masyarakat yang lain seperti ASN, TNI/Polri, organisasi pemuda/mahasiswa serta komponen masyakarat lainnya untuk mensupport tugas mulia PMI Kabupaten Buleleng dalam memenuhi kebutuhan darah untuk kelangsungan kehidupan,” jelas aktivis mahasiswa Hindu ini dengan semangat. (wir)