Sarana Olahraga Tak Disteril, karena Imbauan Pemerintah Banyak Warga Berolahraga di Rumah

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSDalam kondisi “serba dari rumah” seperti sekarang ini ternyata sarana olahraga seperti GOR atau stadion tak dilakukan sterilisasi karena memang otomatis tidak ada yang menggunakan secara ramai-ramai atau banyak orang. Begitu juga yang dilakukan KONI Bali.

“Kami dari KONI Bali yang diberikan wewenang untuk mengelola asset milik Pemprov Bali memang tak melakukan sterilisasi. Tapi dengan imbauan pemerintah terkait tidak melakukan kegiatan banyak orang maka otomatis sarana olahraga itu sepi, sehingga  karena sepi itulah akhirnya oleh penjaganya ditutup. Jadi kami tak melakukan sterilisasi,” ungkap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Minggu (19/4/2020).

Dijelaskannya jika hal itu berlaku untuk sarana olahraga yang dikelola  KONI Bali seperti GOR Lila Bhuana, GOR Ngurah Rai, GOR Tembau dan Stadion Ngurah Rai. Tapi khusus Stadion Ngurah Rai jika ada yang masuk dan melakukan jogging atau lari asal hanya satu atau dua orang saja tidak ada masalah.

“Ya itu kan terserah mereka saja terpenting kami sudah menghimbau melanjutkan apa ang menjadi himbauan pemerintah. Harapan kami ya berolahraga di rumah sajalah lebih aman dan terjaga kebersihan dan kesehatannya,” imbuh mantan Ketua KONI Badung itu.

Tapi pastinya jika ada latihan atau berolah raga dengan banyak orang di sarana tersebut bakal dilarang oleh KONI Bali. Semisal Latihan cabang olahraga (cabor) yang biasanya melebihi 25 orang atau kegiatan lainnya yang menggunakan sarana olehraga tersebut. “Tapi saya rasa itu tidak mungkin karena kalangan olahraga sudah tahu semua itu termasuk adanya latihan mandiri di rumah masing-masing,” tutup Suwandi. (zil)