Jika PON XX/2020 Ditunda, Pelatda Bali Terancam Dibubarkan

Ketut Suwandi (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSGelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, sampai saat ini masih menggantung. Semua pihak kini menanti keputusan Presiden terkait pelaksanaan multi event olahraga empat tahunan di Tanah Air tersebut, meski Menpora Zainudin Amali menyebut kalau diundur kemungkinan akan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Bila melihat kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak pihak memprediksi PON 2020 akan mundur tahun depan. Namun bila keputusan tersebut diambil Presiden, akan memunculkan dilema terkait nasib para atlet yang menghuni pemusatan latihan daerah (pelatda) Bali.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Bali Djoko Purnomo meminta KONI Bali memikirkan nasib para atlet tersebut, terutama pada cabor yang memberlakukan batasan usia untuk tampil di PON. Selain itu pelatda yang sudah berjalan, semestinya tidak dibubarkan.

“Mengenai pelatda yang dibentuk KONI Bali beberapa bulan lalu, sebaiknya tidak perlu dibubarkan, kendati pelaksanaan PON mundur tahun depan,” harapnya.

Menanggapi permintaan insan olahraga di Pulau Dewata tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi Sabtu (18/4/2020) mengaku tidak bisa berbuat banyak. Bila nantinya PON ditunda otomatis dana hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali akan ditarik kembali, sehingga  mau tidak mau pelatda juga harus dibubarkan.

“Kalau ini kita lanjutkan sampai tahun sekian apa dampaknya, ini kita akan bicarakan di internal. Kalau nanti surat keputusan turun kalau PON ditunda atau digeser tahun berikutnya, yang jelas semuanya harus kita kaji ulang, karena ini juga menyangkut soal anggaran,” tegasnya.

Ketut Suwandi mengatakan masa pemulihan pasca pandemi Covid-19 juga akan berlangsung lama. Sektor ekonomi dan pendapatan daerah yang terganggu juga akan berimbas pada kucuran dana yang diberikan pemerintah untuk menyokong kegiatan olahraga. Bila nanti ada pemangkasan anggaran atlet dan seluruh kontingen PON diharapkan legowo.

“Semua akan tetap kita perjuangkan. Dalam kondisi saat ini kita harus tetap persiapkan mental. Kita harus sabar dan maklum jika nanti ada penundaan, karena ini dalam suasana wabah, tapi kita harus tetap berlatih sebagai patriot olahraga, meski tidak bisa berprestasi tahun ini, tapi masih akan ada tahun depan,” pungkasnya. (red)