Kejuaraan Menembak Reaksi Level Dunia di Thailand Kemungkinan Ditunda

0
39
Sarah Ayu Tamaela (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Kejuaraan menembak reaksi bertajuk IPSC Hand Gun World Shoot level 5 yang digelar International Practical Shooting Confederation (IPSC) di Thailand, masih sesuai jadwal awal, yakni 25 November sampai 5 Desember 2020 mendatang.

Hanya saja, panitia bisa menunda kejuaraan menembak tingkat dunia itu jika masalah pandemi virus corona (Covid-19) tidak ada tanda-tanda bakal berakhir hingga beberapa bulan ke depan. Demikian dikatakan salah seorang petembak andalan Bali dan Indonesia, yang akan dikirim ke ajang tersebut, Sarah Ayu Tamaela.

“Covid-19 sudah melanda banyak negara di dunia, korban meninggal akibat virus tersebut sudah banyak, dan banyak pula orang yang terinfeksi corona. Sehingga jika penularan Covid-19 masih terjadi tidak menutup kemungkinan kejuaraan tersebut ditunda,” ujar Sarah Ayu Tamaela dihubungi wartawan Kamis (16/4/2020).

Selaku atlet, Sarah mengaku tetap melakukan latihan secara kontinyu. Apalagi kejuaraan tembak reaksi dunia yang digelar 4 tahun sekali itu memang incarannya sejak awal selaku atlet tembak reaksi.

Di ajang tersebut, kata Sarah, petembak handal dari seluruh dunia akan menunjukkan kebolehannya. Dan, khusus di kategori divisi open wanita, dirinya menargetkan bisa naik podium.

“Kalau ada perubahan jadwal akan kami kabari selanjutnya. Yang jelas, jadwal awal itu kuat kemungkinan akan ditunda. Karena faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama. Dan, kita memang tetap diminta menghindari keramaian,” tandas Sarah Ayu.

Sementara itu pelatih Sarah Ayu, Wahyu Tamaela juga mengakui kejuaraan tembak reaksi dunia, dari pihak panitia masih sesuai jadwal awal. Belum ada perubahan atau rencana akan ditunda. Namun dengan melihat perkembangan situasi virus corona bisa saja ada pembahasan nanti mengenai jadwal kejuaraan tembak reaksi dunia.

“Harapan kami semoga segera ketemu obat virus corona. Kalau sampai belum ketemu obatnya, kami yakin kejuaraan tembak reaksi dunia pasti akan ditunda,” tegas Wahyu Tamaela.

Ditambahkan, untuk atlet khusus dari Asia memang tidak terlalu mengkawatirkan. Karena terbukti penduduk Asia tidak begitu banyak terkena. Artinya, sesama atlet asal Asia tidak perlu ada kekhawatiran yang terlalu berlebihan.

Hanya saja, yang justru ditakutkan adalah event itu akan dihadiri petembak dari Amerika dan Eropa. Dan, negara tersebut sampai saat ini banyak sekali masyarakatnya dinyatakan positif Covid-19. Ini jelas akan menjadi kekhawatiran tersendiri. “Yang jelas persiapan Sarah tetap rutin melakukan latihan 3 kali dalam seminggu,” papar Wahyu Tamaela. (zil)