Dampak Covid-19, Pekerja yang Dirumahkan di Badung Dekati Angka 25 Ribu Orang, 381 Orang Di-PHK

Bupati Badung I Nyoman Giriasa dan Wabup Badung Ketut Suiasa. (FOTO: ist)

Badung, PERSPECTIVESNEWS Virus corona (Covid-19) yang sudah menjadi pandemi global mengakibatkan 24.775 pekerja di Kabupaten Badung dirumahkan. Selain itu, sebanyak 381 orang lainnya terpaksa di-PHK. Mereka Sebagian besar merupakan pekerja sektor pariwisata.

Menghadapi ledakan pengangguran itu, Pemkab Badung telah menyiapkan beberapa Langkah strategis di antaranya dengan memberi insentif kepada karyawan yang kehilangan penghasilan tersebut.  Ada sebanyak 275 perusahaan di Badung yang sudah mengambil kebijakan memangkas karyawan karena Covid-19 ini. Sebagian besar bergerak di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Senin (13/4/2020) berharap dengan pemberian insentif kepada pekerja yang dirumahkan dan di-PHK tersebut nantinya bisa membantu ekonomi mereka.

“Pemerintah Kabupaten Badung sudah menyiapkan insentif bagi pekerja yang dirumahkan dan kena PHK. Teknisnya nanti instansi terkait yang mendata,” ujar Giri Prasta.

 Ia menambahkan, setiap perusahaan yang merumahkan dan mem-PHK karyawannya mestinya menyampaikan ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung. Berdasarkan data  itu, lanjut Giri Prasta, pihaknya memberikan insentif selama mereka tidak bekerja.

Selain itu, pendataan juga akan melibatkan para serikat pekerja. Dimana serikat pekerja bisa melaporkan anggotanya yang kena penciutan kepada pemerintah.

Ditanya berapa nilai insentif yang akan diberikan kepada pekerja yang dirumahkan dan di-PHK, Bupati Giri Prasta belum berani merinci dengan alasan masih menghitung.

Sementara Kepala Disperinaker Badung Ida Bagus Oka Dirga menyebut gelombah PHK dan pekerja dirumahkan terus bertambah dari hari ke hari. Bila pada Jumat (10/4/2020) data yang masuk sebanyak 22.098 pekerja dirumahkan dan  275 di-PHK, maka per Senin (13/4/2020) angkanya sudah bertambah menjadi 24.775 pekerja dirumahkan dan 318 di-PHK.

Jumlah perusahaan yang menciutkan karyawan ini juga terus bertambah. Yakni dari 240 menjadi 275 perusahaan. Angka ini kemungkinan terus bertambah karena wabah Covid-19 belum ada tanda-tanda akan mereda.

Oka Dirga mengatakan dari jumlah tersebut yang masuk warga Badung dengan bukti kepemilikan KTP adalah 52 PHK dan 5.668 dirumahkan. “Ini yang ber-KTP Badung, 52 PHK dan 5.668 dirumahkan,” tegas Oka Dirga. (red)