KONI Bali Menilai Wajar Atlet Mulai Jenuh Latihan

0
45
Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS KONI Bali berpendapat merupakan sesuatu yang wajar jika atlet mulai jenuh berlatih di rumah masing-masing sejak pandemi virus corona melanda Indonesia. Namun hendaknya kejenuhan itu dikesampingkan, karena semua atlet PON Bali memang harus tetap menjaga kebugaran fisiknya.

“Jenuh itu sudah pasti dan kami anggap hal yang wajar. Ya bagaimana tidak, latihannya kan terus di rumah sendiri. Fase jenuh itu pasti melanda seluruh atlet,” ucap Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi ketika dikonfirmasi wartawan lewat pesan singkat WhatsApp, Minggu (5/4/2020).

Jenuhnya atlet berlatih di rumah masing-masing, boleh jadi kata Suwandi, karena mereka berlatih sendiri, tidak ada teman dan tidak melakukan sparring partner. Idealnya, lanjut Suwandi, atlet berlatih memang harus ada lawan tanding untuk mengaplikasikan tekniknya.

“Sekarang ini untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) kita diharuskan menjaga jarak antar sesama, tidak boleh bersentuhan. Jadi tidak bisa melakukan uji coba sehingga kalau dibilang tidak maksimal, ya sudah pasti tidak maksimal. Padahal, uji coba itu penting dalam persiapan kejuaraan,” tegas Suwandi.

Namun, KONI Bali memaklumi hal ini, bahkan KONI-KONI di Indonesia pun menurutnya juga merasakan hal yang sama. “Sebagai anak bangsa, mari kita fokus untuk kesehatan dulu, bagaimana caranya kita berbuat untuk memutus penyebaran Covid-19 ini. Dan yang utamanya adalah disiplin mengikuti anjuran pemerintah, jangan coba-coba melanggar bila ingin Korona ini cepat tuntas,” ujar mantan Ketua KONI Badung ini.

Dengan pandemi Covid-19 ini, seluruh jadwal yang sudah dirancang KONI Bali juga terancam batal, termasuk tes fisik tahap II nantinya. Dan juga, kalau bicara program yang terstruktur saat ini, dirasa Suwandi sudah tidak memungkinkan lagi.

Di luar hal itu, KONI Bali sampai saat ini masih menunggu keputusan apakah PON jadi digelar tahun ini atau tidak. Sejauh ini KONI Bali belum mendapat info dari KONI-KONI provinsi lainnya terkait penundaan yang sebelumnya di lontarkan oleh Wapres, Ma’aruf Amin. (git)