KONI Bali Khawatir Kualitas Atletnya Tak Maksimal jika PON Dihelat Sesuai Jadwal

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSMeski belum ada kepastian apakah PON XX/2020 Papua Oktober mendatang jadi digelar atau tidak mengingat pandemi Covid-19 kian meluas di Indonesia, namun jika memang benar hajatan olahraga multi event empat tahun sekali itu akhirnya digelar sesuai jadwal, maka kualitas teknik dan fisik atlet PON Bali yang berlaga nanti bakal tidak maksimal.

“Itu prediksi saya karena dengan kondisi lockdown dan meski atlet berlatih sendiri di rumah masing-masing, tetap saja tak bisa maksimal karena tak didampingi pelatih,” ucap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Selasa (31/3/2020).

Memang, lanjut dia, KONI Bali membentuk tim monitor dan evaluasi terhadap atlet Bali yang berlatih di rumah masing-masing dengan cara atlet tersebut mengirimkan rekaman saat Latihan melalui online atau melalui medsos. Namun ada perbedaan signifikan dari sisi keseriusan saat berlatih jika didampingi atau diawasi pelatih secara langsung.

Dengan dasar itu jika dilakukan sampai Mei dan jika benar virus corona sudah hilang dan para atlet bisa berlatih langsung dengan pelatihnya seperti biasa, maka hanya ada waktu hanya sekitar 4 atau 5 bulan saja mempersiapkan diri sebelum turun di PON Papua.

“Pastinya dengan jumlah bulan tersebut tak mencukupi untuk bisa mengejar performa teknik dan fisik secara maksimal dan pastinya berdampak dengan hasil positif. Tapi saya tetap berharap semua hal itu mampu diatasi para atlet yang sekarang berlatih di rumah masing masing dan semoga hasil prestasi bisa kami dapatkan seperti yang kami harapkan,” imbuh mantan Ketua KONI Badung itu.

Meski demikian dasar lainnya yang membuat latihan dan persiapan tak maksimal karena dengan berlatih di ruman masing-masing tanpa pelatih pastinya akan membuat penurunan tersendiri dibanding latihan secara langsung bersama tim.

“Untuk mengejar latihan yang tak maksimal selama seminggu saja atlet perlu mengejar pengembalian kondisi agar tak turun itu beberapa bulan apalagi sampai latihan tak maksimal itu sampai bulanan. Diprediksi jika secepatnya kondisi normal dan latihan bersama berjalan, maka peningkatkan kualitas teknik dan fisik harus digenjot. Saya kira provinsi lainnya juga demikian,” pungkas Suwandi. (zil)