PASI Bali Akhirnya Loloskan 8 Atlet ke PON Papua

Ida Bagus Diptha

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSPengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali meloloskan 8 atlet ke PON XX/2020 Papua, Oktober-November mendatang. Kedelapan atlet tersebut berlaga di 11 nomor pertandingan. Sempat terjadi salah input data dari PB PASI, sehingga tercatat Bali hanya meloloskan 7 atlet.

 “Input data dari PB PASI atlet Bali yang lolos ke PON Papua sebanyak 7 orang, padahal data kami ada 8, setelah ditelusuri nama Cita tidak ada karena catatan waktu yang dicapai Cita masuk ke atlet Nusa Tenggara Barat,” ucap Ketua Umum PASI Bali, Ida Bagus Diptha, Selasa (24/3/2020).

Pada kejuaraan Pra-PON di Papua lalu, yang diikuti Cita, kata Ida Bagus Diptha, catatan waktu yang dibukukan Cita untuk nomor lari 800 meter putri 2 menit 16 detik (2,16 menit). Catatan waktu Cita itu, lanjut dia, masuk ke atlet NTB sehingga pelari NTB itulah yang lolos. “Semua sudah dikoreksi dan Cita yang lolos ke PON Papua,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Gus Diptha ini mengatakan, catatan terbaik Cita di semifinal Pra-PON lalu yakni 2,14 menit sedangkan limit PON untuk nomor lari 800 meter putri adalah 2,20 menit.

Gus Diptha menambahkan, 8 atlet yang lolos ke Papua, antara lain Maria Natalia Londa yang turun di nomor lompat jangkit dan lompat jauh, Cita (lari 800m putri), Dewa Made Mudiasa (lari 100m dan 200m), dan Ayu Agung yang turun di dua nomor yakni lari 200m dan 400m putri. Mereka didampingi 3 pelatih, yakni Ketut Pageh, Ketut Widiana, dan Nyoman Suteja.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Gus Diptha mengatakan atletnya tetap berlatih seperti biasa karena kebugaran fisik bagi atlet atletik harus tetap terjaga. PASI Bali sendiri di gelaran PON XX/2020 Papua nanti menargetkan meraih 3 medali emas, dua di antaranya dari Maria Londa.

Sebenarnya, lanjut Gus Diptha, ada kejuaraan Jatim Open di Surabaya yang akan diikuti oleh atlet atletik PON Bali, namun karena situasi seperti sekarang ini, kejuaraan tersebut kemungkinan batal digelar meski ajang tersebut sebenarnya menjadi event terakhir sebelum nantinya berlaga di Papua.

“Kalau untuk nomor lompat jauh dan jangkit putri masih belum ada yang mengalahkan catatan rekor Maria Londa, sehingga kami optimistis di dua nomor itu emas bagi Bali. Sedangkan satu lagi medali emas nanti ditargetkan dari nomor lainnya,” demikian Ida Bagus Diptha. (zil)