“Eits, Ogoh-ogohnya Jangan Dirusak Yaaa”…. Akan Difestivalkan Serangkan HUT Pemprov Bali

Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat Denpasar.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Para yowana di desa adat se-Bali boleh jadi kecewa karena karya seni mereka berupa ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 dilarang diarak. Namun, sebagai gantinya Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan akan menggelar Festival atau Parade Ogoh-ogoh Se-Bali pada Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali.

Diadakannya festival atau parade ogoh-ogoh sebagai pengganti arak-arakan yang ditiadakan tahun ini, menurut Gubernur Wayan Koster, setelah mendengar masukan dan diskusi dengan walikota/bupati se-Bali serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan inovasi karya seni para yowana dalam membuat ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942. Kreasi yang diciptakan secara umum telah menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan tanpa sterofoam, yang sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai,” ucap Gubernur Wayan Koster, Senin (23/3/2020).

Gubernur melanjutkan, karena kondisi saat ini sebagai dampak wabah pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali telah melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan banyak orang, sehingga pengarakan ogoh-ogoh tahun ini tidak dapat dilaksanakan. Ini membuat kecewa atau kurang puas bagi para yowana dan krama Bali.

“Saya sangat memahami. Namun Kita harus patuh dan disiplin dalam mengikuti kebijakan Pemerintah demi penyelamatan umat manusia,” imbuh Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Adapun format penyelenggaraan Festival/Parade Ogoh-ogoh se-Bali diawali dengan tahap penilaian terhadap ogoh-ogoh yang dilakukan oleh tim penilai kabupaten/kota ke masing-masing desa adat, mulai awal Agustus 2020 mendatang.

“Kriteria penilaian akan ditentukan kemudian, termasuk juga tata cara pelaksanaan festival atau parade ogoh-ogoh akan dibuatkan petunjuk teknis lebih lanjut,” ucap Gubernur Koster.

Selanjutnya, untuk tahap pengarakan ogoh-ogoh dilaksanakan serentak di semua desa adat se-Bali pada hari Sabtu (Saniscara Umanis, Tolu), tanggal 8 Agustus 2020, pukul 16.00 Wita hingga selesai. Pengarakan diiringi dengan gamelan Bali, tidak boleh menggunakan sound (gamelan dalam bentuk rekaman). Sedangkan pengarak ogoh-ogoh wajib menggunakan busana adat Bali, dan dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

“Untuk penetapan juara, nantinya tim penilai kabupaten/kota menetapkan tiga pemenang sebagai juara I, juara II, dan juara III.  Juara I di masing-masing kabutapen/kota akan diundang pada saat peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali pada tanggal 14 Agustus 2020 untuk menerima penghargaan dan hadiah yang diserahkan oleh Gubernur Bali,” ucapnya.

Sedangkan untuk juara II dan juara III di masing-masing kabutapen/kota diberikan penghargaan dan hadiah oleh Gubernur Bali yang diserahkan oleh bupati/walikota. Besaran hadiah untuk juara I mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta; juara II Rp 35 juta; dan juara III mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 25 juta. (ari)