Situasi Darurat, Porsi Latihan Utamakan Fisik

Sarah Ayu Tamaela

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Petembak putri andalan Bali, Sarah Ayu Tamaela kini porsi latihannya ada perubahan karena pandemi virus corona. Jika sebelumnya fokus pada teknik, namun sekarang diutamakan fisik.

Pelatih Sarah Ayu Tamaela, yakni Wahyu Tamaela mengatakan bahwa Sarah Ayu yang juga andalan Indonesia di nomor tembak reaksi itu tetap berlatih seminggu selama tiga sampai empat kali. “Namun kini kembali berubah ke peningkatan fisik. Itu dilakukan juga sebagai antisipasi agar selalu sehat dan bugar,” imbuh pelatih yang juga ayah Sarah Ayu Tamaela ini, Minggu (22/3/2020).

Hal itu dilakukan karena semua kejuaraan baik tingkat internasional dan lomba lokal level nasional ditunda akibat pandemik corona. Meski demikian, ia mengaku latihan menembak (teknik) tetap dilakukan hanya tidak porsinya tidak sebesar fisik. “Nanti kalau sudah dapat kabar tanggal pelaksanaan lomba baru latihan menembaknya kita perbanyak lagi,” imbuhnya.

 Kata Wahyu Tamaela, sebenarnya ada beberapa lomba di luar negeri, seperti di Malaysia, Thailand, Ceko, Filipina, yang masih ditunggu perkembangan informasinya dari pihak panitia. Bagaimana kepastian jadwal tersebut. Yang jelas, update terakhir jadwal kejuaraan di Malaysia dan Thailand sudah pasti pertandingan dibatalkan karena corona. Sedangkan pertandingan yang akan digelar di Ceko dan Filipina masih nunggu kabar.

“Jadi agenda Sarah tetap fokus berlatih rutin untuk persiapan kejuaraan dunia,” tegas Wahyu Tamaela sambal menambahkan, sebelum merebaknya virus corona (Corovid-19), Sarah rutin menggelar latihan teknik dan fisik. Bahkan jadwalnya telah disusun sangat rapi menuju kejuaraan tembak reaksi dunia. Latihan di Lapangan Tembak Tohpati 3-4 kali selama satu Minggu, gym 3 kali dalam seminggu, lari di pantai sebanyak 2 kali dalam seminggu. Bahkan jelang pertandingan program latihan teknik bisa 5 kali dalam seminggu.

Mengingat, berbagai event telah dibatalkan, untuk sementara kembali ke fisik saja. “Usai mengikuti Legislator Championship di Jakarta, belum ada event resmi yang akan digulirkan. Itu semua karena virus corona yang telah mengkawatirkan ini,” tutur Wahyu Tamaela.

Meski begitu, karena target naik podium di kejuaraan tembak reaksi pada akhir tahun 2020, proyeksi latihannya sekarang ini meski dikurangi tetap fokus di kejuaraan dunia. “Makanya kita ubah program, agar tetap proyeksi utama adalah naik podium di kejuaraan dunia,” tegas Wahyu Tamaela.(git)