Gubernur Bali Terbitkan Instruksi Tidak Melaksanakan Pengarakan Ogoh-ogoh

Gubernur Bali Wayan Koster

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Instruksi No: 267/01-B/HK/2020 tertanggal 20 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 di Bali.

Instruksi tersebut merupakan wujud keseriusan Pemprov Bali melindungi seluruh rakyat Bali dari ancaman pandemi virus Corona (Covid-19) yang banyak memakan korban jiwa di sejumlah negara, termasuk di Bali.

Instruksi Gubernur tersebut ditujukan kepada seluruh Bupati/Walikota se-Bali, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) se-Bali, Majelis Desa Adat se-Bali, serta Bendesa Adat/kelihan Desa Adat se-Bali. Gubernur Wayan Koster dalam instruksinya menekankan dua hal; Pertama untuk upacara malasti/makiyis/malis, Tawur Kasanga, dan pengerupukan dilaksanakan dengan melibatkan para Petugas Pelaksana Upacara dalam jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 orang, hanya untuk pelaksana utama, yaitu Pemangku, sarati, dan pembawa sarana utama. Sedangkan kedua adalah tidak melaksanakan pengarakan ogoh-ogon dalam bentuk apa pun dan dimana pun.

Instruksi tersebut dikeluarkan karena, pertama bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, kedua bahwa upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 harus ditingkatkan demi penyelamatan umat manusia.

“Sebagai Gubernur yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat Bali, serta mematuhi kebijakan Bapak Presiden, yang tujuannya sangat mulia, maka saya mohon agar seluruh komponen masyarakat Bali dapat memaklumi, menerima dan mematuhi Instruksi Gubernur Bali demi keselematan dan kebaikan kita bersama,” ujar Gubernur.

Instruksi Gubernur ini sejalan dengan anjuran yang sama yang juga dikeluarkan oleh Gubernur Koster melalui Surat Edaran Gubenur Bali nomor: 7194 Tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020, yang antara lain meminta masyarakat Bali, juga seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara dalam lingkungan Pemprov Bali untuk menjauhi keramaian dan menjaga social distancing, demi memotong jalur peredaran Covid-19. Surat Edaran Gubernur ini juga dikuatkan dengan Seruan Bersama FKUB Provinsi Bali yang juga mengatur hal yang sama.

“Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan tuntunan sinar suci Hyang Widhi Wasa,seraya terus berdoa agar peristiwa akibat dari penyebaran Covid-19 ini segera berahir dan kondisi perekonomian Bali bangkit kembali. OM Swaha,” demikian Gubernur Koster. (zil)