Zarof Ricard: “Profesi dan Pendidikan Public Relations Makin Dibutuhkan”

Workshop and Certification Hakim Juru Bicara Pengadilan 2020. Kegiatan ini diselenggarakan di kampus Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI, Bogor.

Bogor, PERSPECTIVESNEWS  Kehadiran profesi dan pendidikan Public Relations (PR) atau Hubungan Masyarakat (Humas) semakin dibutuhkan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI Dr. Zarof Ricard, S.H., S.Sos., S.Hum menyikapi perkembangan media komunikasi yang berkembang pesat.

“Kehadiran profesi dan pendidikan PR atau Humas semakin dibutuhkan,” tegas Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI Dr. Zarof Ricard, S.H., S.Sos., S.Hum., saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Workshop and Certification Hakim Juru Bicara Pengadilan 2020. Kegiatan ini diselenggarakan di kampus Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI, Megamendung-Bogor, 10 – 14 Maret 2020, diikuti 180 orang Hakim Juru Bicara Pengadilan, 25 orang diantaranya Hakim Juru Bicara Pengadilan Tingkat Banding dan 155 orang Hakim Juru Bicara Pengadilan Tingkat Pertama.

Tuntutan inilah yang menjadi landasan bagi Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI, untuk melaksanakan, mengoordinasikan, serta membina pendidikan dan pelatihan administrasi peradilan. Ditujukan kepada Tenaga Teknis maupun Tenaga Administrasi Peradilan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Manajemen dan Kepemimpinan.

“Diwajibkan untuk mewujudkan SDM yang dapat memenuhi harapan publik dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat,” ujar Zarof.

Lebih lanjut ia menyatakan, salah satu cara merespon perubahan yang terjadi adalah melalui pendidikan dan pelatihan SDM Peradilan. Gunanya, untuk meningkatkan kapasitas seluruh SDM dalam menunjang pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing, sehingga mampu memberikan pelayanan prima pada sektor publik.

Memasuki tahun 2020, Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI masuk ke dalam grand design pembangunan ASN 2020-2024 menuju Smart ASN untuk membawa birokrasi Indonesia berkelas dunia (world class). Demikian juga ASN Peradilan, haruslah mampu mempersiapkan diri menjadi Smart ASN yang diharapkan.

Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan MA RI melalui roadmap Pengembangan Kompetensi ditetapkan dalam SK Ketua Mahkamah Agung Nomor: 118/KMA/SKVII/2019, untuk mampu memetakan kompetensi dan pemberian pelatihan kepada ASN Peradilan, menuju Smart ASN Peradilan tahun 2024.

Dalam sambutannya, Zarof juga menguraikan, penyelenggaraan pelatihan bagi Hakim Juru Bicara Pengadilan ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Humas Pengadilan, baik mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat mengetahui kebutuhan publik, maupun mampu menjalin sinergi dan keakraban dengan rekan media agar dapat mengontrol informasi yang akan disampaikan kepada publik.

“Sangat banyak kegiatan peradilan yang bisa menjadi berita, baik kegiatan teknis maupun non teknis sehingga masyarakat bisa terus memantau dan mengetahui langsung kinerja Pengadilan. Para Hakim Juru Bicara Pengadilan, haruslah selalu kreatif dalam memberikan dukungan kepada rekan-rekan media untuk melakukan publikasi dari kinerja dan citra positif pengadilan”, sebutnya.

Di akhir kata sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) LSPR, yang menjadi fasilitator dalam pelatihan ini. LSP LSPR dipilih karena percaya dengan kredibilitas LSPR yang selama ini sangat fokus dalam pengembangan ilmu kehumasan, baik bagi sektor swasta maupun sektor pemerintah.

Zarof juga mengatakan, LSPR mampu memberikan pelatihan dengan kurikulum dan pembelajaran melalui nara sumber kompeten di bidangnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas ilmu komunikasi serta manajemen media kepada para peserta.

Kegiatan ini dihadiri Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR. Hadir pula, Guru Besar UI, Dewan Ahli di Kementerian Kehakiman dan HAM RI, Dekan FH UI, Dewan Kehormatan, Badan Arbitrase Pasar Modal Prof. Hikmahanto Juwana SH., LL.M., Ph.D., Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar dan Komisioner KPK Nawawi Pamolango, S.H., M.H.

Ketiganya sekaligus menjadi nara sumber dalam diskusi panel dengan topik ‘Juru Bicara sebagai Fungsi PR’. Bertindak sebagai moderator dalam diskusi ini adalah Director of Postgraduate Program LSPR Dr. Rino F. Boer. Lektor Utama UNJ Dr. Sri Sumarni turut menjadi nara sumber dalam diskusi pada sesi kedua, dengan topik ‘Juru Bicara sebagai Sumber Informasi”. Diskusi ini dimoderatori Ketua LSP LSPR Deddy Irwandi, M.Si.   (ari/rls)