Hasil Lab terhadap Suami Pasien Covid-19 yang Meninggal di Bali, Negatif

Gubernur Bali Wayan Koster.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Masih ingat seorang warga negara Inggris pasien Covid-19 nomor 25 yang meninggal di RSUP Sanglah Denpasar pada Rabu 11 Maret 2020 lalu? Ternyata hasil pemeriksaan terhadap suaminya yang dikeluarkan Litbangkes Jakarta pada Jumat (13/3/2020), negatif Covid-19.

“Suami dari pasien yang meninggal itu juga dirawat dengan status pasien dalam pengawasan (kamar diisolasi), ternyata hasil laboratorium sudah keluar tanggal 13 Maret 2020 dengan hasil negatif. Padahal suaminya adalah orang terdekat dalam sentuhan terhadap istrinya yang meninggal,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster pada Sabtu (14/3/2020).

Hal ini, sambung pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu, menunjukkan bahwa Covid-19 tidak menular pada pasien lain yang terdekat. Ia menambahkan, penanganan Covid-19 di Bali dikelola dengan baik sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Gubernur Koster lantas memaparkan perkembangan kasus Covid-19, dimana per hari Jumat 13 Maret 2020, rumah sakit yang menjadi rujukan di Bali sudah menangani 64 pasien dalam pengawasan (kamar diisolasi).

Dari total 64 pasien tersebut, lanjut Gubernur, hasil laboratorium sudah keluar sebanyak 46 pasien yang dinyatakan “negatif” dan sudah sembuh.

“Saat ini masih ada 17 pasien yang dirawat di beberapa rumah sakit di Bali, yang menunggu hasil laboratorium dari Litbangkes Jakarta. Semua pasien tersebut dalam kondisi stabil dan baik,” ucapnya.

Soal meninggalnya seorang pasien Covid-19 nomor 25, Gubernur Koster mengatakan, pasien wanita berumur 53 tahun itu memiliki penyakit bawaan yang berat (imported case) yaitu diabetes, gangguan paru, gangguan ginjal, dan hipertensi.

Pemprov Bali, kata Koster, telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19), yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor: 236/03-B/HK/2020 tanggal 10 Maret 2020. Satgas dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Dijelaskan Gubernur Koster, Satgas meliputi : 1) Satuan Tugas Kesehatan; 2) Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik; 3) Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan; 4) Satuan Tugas Komunikasi Publik; dan 5) Satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.

Satgas mempunyai tugas terpadu untuk menyelenggarakan kewaspadaan dan penanggulangan Covid-19 secara menyeluruh sesuai protokol penanggulangan Covid-19 dan melaporkan perkembangan setiap hari kepada Gubernur.

“Dengan keberadaan Satgas tersebut akan memastikan penanggulangan Covid-19 di Bali berjalan dengan baik sesuai SOP yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, masyarakat lokal, nasional, dan internasional yang ada di Bali tidak usah khawatir, tidak panik, tetap tenang, dan waspada,” demikian Gubernur Koster. (ari)