Antisipasi Penimbunan Masker, Dit Reskrimsus Polda Bali Razia Apotek, Pedagang Grosir dan Distributor Wilayah Bali

Sidak masker pada salah satu distributor di wilayah Bali.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS– Antisipasi penimbunan dan kelangkaan masker di pasaran terkait merebaknya virus corona yang mulai menjalar di Indonesia, Subdit 1 Dit Reskrimsus Polda Bali melakukan razia ke sejumlah apotek, pedagang grosir serta distributor wilayah Bali, di Denpasar, Kamis (5/3/2020).

Kasubdit 1 Dit Krimsus Polda Bali Kompol Leo Martin Pasaribu S.Ik, M.H dengan 19 orang anggotanya melakukan razia ketersediaan masker dan hand sanitizer.

Beberapa tempat yang dirazia, PT. Cahaya Intan Medika, Viva Apotek, Apotek Kimia Farma Diponegoro, PT. United Dico Citas (Distributor), PT. Anugerah Pharmindo Lestari (Distributor), PT. Anugerah Argon Medica (Distributor), PT. Mensa Bina Sukses (Distributor), PT. Enseval Denpasar,  dan PT. Anugerah Balindo Alkesindo Medical Equipment (Distributor).

Di sela-sela razia, Kasubdit 1 Dit Krimsus Polda Bali Kompol Leo Martin Pasaribu S.Ik, M.H juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada pemilik apotek, pedagang grosir serta distributor agar tidak ada upaya menimbun masker dan hand sanitizer.

“Apabila terbukti dengan sengaja menimbun masker maupun antiseptik, bisa dikenakan Pasal 107 UU Perdagangan No.7 Tahun 2014,” imbuh Kasubdit 1 Dit Reskrimsus Polda Bali Kompol Leo Martin Pasaribu S.Ik, M.H.

Dari beberapa tempat yang dirazia, hasilnya hampir di beberapa tempat di wilayah Denpasar mengalami kekosongan stok masker. Tidak ditemukan upaya penimbunan masker yang diduga dilakukan pihak pengelola apotek maupun toko.

Pantuan di lokasi, para penjual sengaja tidak menambah atau mengisi kembali stok masker yang kosong karena harga masker yang melonjak tajam dibanding sebelumnya.

“Jika sebelumnya harga masker hanya berkisar Rp. 25.000 atau Rp. 30.000 ribu per box untuk isi 50 masker, namun kini harga masker mencapai Rp 200.000 – Rp 250.000 per box untuk isi 50 masker, serta harga antiseptik isi 60 ml seharga Rp. 138.000/botol,” Kata Kasubdit Leo Martin Pasaribu.

Nihil ditemukan adanya penimbunan di Bali, terlebih kelangkaan terjadi karena tidak ada penambahan kuota pengiriman dari distributor pusat sedangkan permintaan di pasar melonjak tajam. “Namun demikian, Polda Bali akan terus melakukan pemantauan, sidak dan apabila ditemukan penimbunan maka pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Leo Martin Pasaribu.    (ari)