MoU Pemanfaatan Sertifikat Elektronik Pemprov Bali dengan Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara

MoU Pemanfaatan Serifikat Elektronik Antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara, Rabu (4/3/2020)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS– Sekretaris Derah Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan pengarahannya usai menandatangani MoU (Penandatanganan Perjanjian Kerjasama) Pemanfaatan Serifikat Elektronik Antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara, Rabu (4/3/2020) di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dan Kepala Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara Rinaldy serta Kepala  Biro Hukum dan Humas Badan Siber dan Sandi Negara Giyanto Awan Sularso, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas penandatangan perjanjian sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan E-government menuju Bali Smart Island. 

“Pemprov Bali memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan dan mewujudkan modernisasi birokrasi di lingkungan Pemprov Bali dan meninggalkan pola konvensional yang terkesan berbelit–belit dan lelet,” katanya.

Ditambahkan Sekda, ekosistem menuju modernisasi birokrasi sudah dibangun, namun  dalam operasionalnya memerlukan perjanjian kerjasama terlebih dahulu dengan Badan Siber dan Sandi Negara mengingat banyak dokumen resmi dari pemerintah yang harus dijaga keamanannya, untuk  itu harus ada proteksi keamanan  terlebih ada tanda tangan barcode  para pejabat sehingga  tidak disalahgunakan. 

Sekda Dewa Indra juga menegaskan, untuk penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, Pemprov Bali  dari segi infrastruktur sudah dibangun dan SDM juga sudah mulai dilatih sehingga setelah penandatanganan ini operasionalnya siap untuk dimulai. Dengan demikian modernisasi birokrasi di Lingkungan Pemprov Bali dan unsur vertikal lainnya bisa dimulai dan bersama sama membangun komitmen dan sistem yang kuat dalam mewujudkan E-governmnet menuju Bali smart island. 

Kepala  Biro Hukum dan Humas Badan Siber dan Sandi Negara Giyanto Awan Sularso menambahkan, kerjasama Badan Siber dan Sandi Negara dengan Pemprov Bali ini merupakan sebuah terobosan dalam penyediaan sertifikasi elektronik dari Aparatur Sipil Negara kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan  dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah katalisa dalam mempercepat terwujudnya smart government dan menjadi penyedia data yang akurat bagi masyarakat. 

“Kehadiran dan penerapan dari SPBE dalam birokrasi telah terbukti berdampak positif pada efisiensi dalam penyelenggaran pemerintah, sebagai contoh para pejabat dapat menggunakan tanda tangan barcode yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak terikat ruang dan waktu,” sebutnya.

Dikatakan, Pemprov Bali merupakan provinsi ke -18 yang menerapkan SPBE, untuk itu pihaknya berharap agar diimplementasikan dengan penuh komitmen dan langkah konkrit sehingga dapat berjalan baik dalam upaya meningkatkan layanan kepada masyarakat.    (git)