Berlaga di PON Papua, Judoka Kakihara Mesti Didampingi Pelatih dari Klubnya di Jepang

Judoka Bali saat bertarung di ajang Porprov Bali 2019 lalu.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSJudoka putri Bali yang berpotensi merebut medali emas di PON XX/2020 Papua mendatang, I Gusti Ayu Putu Guna Kakihara, semestinya mengikuti aturan klub di mana dia saat ini berlatih di Jepang. Aturan klub di Jepang tidak membolehkan judokanya turun di kejuaraan tanpa didampingi pelatih.

“Dengan kualitas Guna Kakihara yang sudah level internasional bahkan dunia termasuk kiprah dojonya yang bagus, maka aturan dojonya Guna kakihara kalau turun dimanapun harus didampingi pelatihnya,” ungkap Wakil Ketua Umum PJSI Bali, Nengah Sudiartha, Rabu (4/3/2020).

Dengan aturan itu, lanjut Nengah Sudiartha, maka mau tidak mau Pengprov PJSI Bali harus mengikutsertakan pelatih Kakihara di PON mendatang. Kakihara sendiri, sejak beberapa waktu lalu sudah berada di Jepang dan berlatih di salah satu klub judo di Jepang.

 Nengah Sudiartha mengatakan, I Gusti Ayu Putu Guna Kakihara merupakan judoka putri potensi emas di kelas -70 kg putri yang tinggal sekolah dan berlatih di dojo di “Negeri Matahari Terbit” itu tak akan dilepas turun di PON Papua jika sendirian.

Itu dibuktikan ketika Guna Kakihara turun di kejuaraan nasional (kejurnas) judo yang berseri dan tempat mengumpulkan poin untuk lolos PON Papua juga selalu didampingi pelatihnya. Termasuk di SEA Games lalu.

“Selama di kejurnas dan SEA Games lalu, pelatih Guna Kakihara menunjuk bapaknya Guna Kakihara untuk mendampingi putrinya sebagai pelatih. Apalagi atlet putri asal Tabanan ini juga tidak bisa sama sekali berbahasa Indonesia. Jadi ini menjadi pertanyaan yang harus kami carikan solusinya yang bagus dan benar,” tambah Sudiartha.

Karena itulah dirinya terus melakukan komunikasi dengan bapaknya Guna Kakihara dan berkomunikasi nantinya dengan KONI Bali untuk mencari solusi bersama-sama. Kalau dari dirinya sendiri mengikuti aturan dojo dan pelatih Guna Kakihara di Jepang.

“Artinya kami mau tidak mau mengikuti aturan di Jepang dan harus membiayai dua orang Guna Kakihara dan pelatihnya. Soal apakah itu nantinya pelatih menginstruksikan yang mendampinginya yakni pelatih atau bapaknya sendiri atau bagaimana. Tapi kami melihat ini potensi besar bagi Guna Kakihara untuk meraih medali emas,” terang Sudiartha.

Lntas bagaimana apakah nantinya Guna Kakihara bisa mengikuti pelatda Bali dengan rekan judoka PON Bali lainnya? “Karena pertimbangan di atas tadi masih kami pikirkan. Kalau tidak bisa ya Guna Kakihara langsung dari Jepang untuk bertanding di Papua. Semoga KONI Bali setuju nantinya,” tukas Sudiartha.(zil)