IODI Bali Lakukan Klarifikasi Soal Foto Atletnya Dipasang di Berita Corona

Ni Made Suparmi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Dipasangnya foto pedansa andalan Bali, Ni Putu Archisya Anandari Wandhira di salah satu konten atau web dengan judul “Usai Dansa demgan Pria Jepang, Warga Depok Terjangkit Virus Cororna”, membuat Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali berang. Klarifikasi langsung dilakukan agar Cisya–panggilan atlet tersebut tidak gelisah.

Konten atau web tersebut memang sebenarnya melengkapi beritanya dengan foto di dansa yang kemungkinan juga diambil dari internet. Sialnya justru yang dipasang foto Cisya yang notabene merupakan putri kandung Ketua Umum IODI Bali Ni Made Suparmi.

“Saya tidak tahu mengambil dimana foto itu, pastinya itu foto Cisya yang merupakan putri saya. Ini membuat gelisah dan resah bagi kami keluarga Cisya karena sejatinya Cisya sehat-sehat saja dan terus berlatih di Bali. Kondisi resah dan gelisah kami karena khawatir atlet atau pengurus IODI pusat maupun di provinsi seluruh Indonesia justru bertanya-tanya,” ungkap Suparmi, Selasa (3/3/2020).

Diharapkan kejadian tersebut tidak sampai memberikan nilai negatif bagi IODI Bali seperti sampai keluar negeri karena Cisya memang sering bertanding keluar negeri dan mampu berprestasi di luar negeri termasuk di level nasional Indonesia.

“Kami harap semua ini tidak melebar apalagi sampai ada pemikiran Cisya terjangkit virus corona, hal itu tidak benar dan tidak berdasar. Sebab Cisya baik-baik saja seperti sebelum-sebelumnya dan getol berlatih dansa,” terang Suparmi.

Diingatkan juga kepada medsos atau lainnya agar tidak memasang foto yang bersifat umum untuk kaitan berita yang negatif dengan memasang foto yang justru jela-jelas kelihatan wajah pedansanya.

“Semoga Cisya dengan kabar itu justru membuat semangatnya kian tinggi dan menunjukkan tetap sehat dengan disiplin berlatih dan terus mengejar prestasi terbaik bagi Bali dan Indonesia. Intinya Cisya tetap sehat dan tetap aktivitas dengan dansa. Saya sengaja meluruskan hal seperti ini agar tak sampai terjadi di rekan-rekan cabang olahraga (cabor) lain. Ini sangat rentan soalnya, itu inti dari klarifikasi saya dan secepatnya biar klir,” demikian Suparmi yang juga Sekjen PB IODI.(zil)