Dana Atlet Pelatda Bali Dihitung Mulai Akhir Februari

Maryoto Subekti

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Banyaknya cabang olahraga (cabor) menanyakan soal dana latihan setiap bulan dari pelatda Bali, akhirnya terjawab. KONI Bali memastikan dana latihan untuk atlet dan pelatih pelatda Bali mulai dihitung sejak turunnya Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi.

Semua itu diungkapkan Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra. “Hitungannya untuk dana latihan atlet dan pelatih itu dihitung mulai dari turunnya SK pelatda Bali yang dikeluarkan Ketua Umum KONI Bali pada 26 Februari lalu. Jadi hitungannya tepat 26 Maret nanti terhitung dana latihan sudah satu bulan, Begitu untuk selanjutnya,” ungkap Yamadhiputra saat mendampingi Wakil Ketua II KONI Bali Maryoto Subekti, Kamis (27/2/2020).

Hanya saja, tambah dia, untuk dana latihan setiap atlet dan pelatih setiap bulannya nilainya tidak sama karena tidak ditentukan melalui cabor unggulan atau tidak namun terkait dengan padat tidaknya jadwal latihan yang dilakukan cabor, atlet dan pelatih tersebut.

“Kalau menjelang PON-PON sebelumnya pencairan dana latihan tersebut memang tiga bulan sekali, namun untuk menjelang PON XX/2020 di Papua bisa jadi pencairan dilakukan setiap bulan sekali dengan sistem transfer,” tambah Yamadhiputra diamini Maryoto.

Sementara itu Maryoto Subekti menambahkan setelah hasil tes fisik keluar maka bakal dilaporkan ke Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi sekaligus bakal diajukan Workshop Kepelatihan. Hal itu bakal dilakukan secepatnya.

“Tujuan Workshop Kepelatihan itu nantinya untuk menyatukan program latihan ke depan antara masing-masing cabang olahraga lolos PON di depan tim verifikasi yang melibatkan pihak Binpres, Litbang dan administrasi KONI Bali. Termasuk mensinergikan program itu bersama-sama,” jelas Maryoto.

Selain itu workshop nantinya ajang presentasi bagi para pelatih cabor termasuk untuk mengetahui kendala-kendala apa yang terjadi untuk dicarikan solusi secara bersama-sama dengan KONI Bali.

“Tak kalah pentingnya yakni nanti ada monitoring dan evaluasi (monev) akan melihat kesesuaian program apa yang dilatih oleh para pelatih, sehingga pelatih, atlet dan cabor bisa tepat waktu sesuai jadwal latihan. Tak terkecuali kehadiran yang tepat saat latihan bagi atlet dan pelatih,” pungkas Maryoto.(zil)