DNA Jadi Ruang Sinergi Ciptakan Wirausaha Berbasis Teknologi

Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra berpose bersama pimpinan universitas, perwakilan BI Denpasar dan stakeholder usai Rakor dan Kerja Sama Inkubator Bisnis di DNA, Jumat (14/2/2020)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Sinergi dan penguatan kelembagaan sangat diperlukan dalam mengoptimalkan peran inkubator bisnis (inbis) untuk menciptakan wirausaha berbasis teknologi.

“Karenanya, kolaborasi dari berbagai pihak dengan beragam potensi, diharapkan semakin banyak mencetak usaha rintisan atau perusahaan pemula (startup) di Kota Denpasar,” ucap Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat Rakor dan Kerja Sama Inkubator Bisnis di Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (14/2/2020).

Kegiatan ini dihadiri langsung pimpinan universitas-universitas di Denpasar, Perwakilan Bank Indonesia, BKRAF Kota Denpasar, OPD terkait, Hipmi Denpasar, pelaku wirausaha serta pihak terkait lainnya.

Rai Mantra menjelaskan, sinergi dari berbagai pihak tersebut harus segera dilakukan sehingga ada peningkatan peran inkubator bisnis secara umum. Hal tersebut juga semakin memperluas kinerja untuk memfasilitasi generasi muda atau peserta inkubasi sehingga dapat berkembang dengan baik.

“DNA menjadi tempat anak muda Denpasar menuangkan ide-ide kreatifnya. Kami ajak semua stakeholder untuk terus mendorong terwujudnya wirausaha atau perusahaan pemula berbasis teknologi,” katanya.

Dijelaskan, secara ekosistem sebenarnya DNA sudah cukup lengkap dan sangat mendorong penguatan inkubator bisnis. DNA mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan memperkuat peran inkubator bisnis.

“Ekosistemnya sangat mendukung,namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Jika ada sinergi tentu semakin banyak melahirkan perusahaan pemula yang dapat bersaing di era globalisasi sekarang ini,” katanya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dengan adanya inkubator bisnis tentunya dapat menjadi sarana bertukar pikiran serta menciptakan startup serta memperkuat startup yang ada. Tentunya dengan fasilitas yang dimiliki DNA dapat dimanfaatkan universitas-universitas untuk memperkuat inkubator bisnis yang ada di universitas masing-masing.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk universitas menggunakan segala fasilitas yang ada di DNA. Tidak hanya dididik tetapi menciptakan startup- startup baru sehingga dapat memperkuat perekonomian,” ujar Rai Mantra.

Sementara Rektor Universitas Udayana, Prof Dr dr AA Raka Sudewi, Sp.S sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya DNA tersebut. Pihaknya mengaku siap bekerja sama menciptakan inkubator bisnis serta berkolaborasi dengan stakeholder di dalam menciptakan startup.

Hal sedana disampaikan Wakil Rektor II Universitas Mahasaraswati Denpasar, Nengah Landra yang menyatakan siap bekolaborasi di dalam inkubator bisnis DNA. Pihaknya juga akan memadukan beberapa fakultas di Universitas Mahasaraswati. (ari)