Anggota Polri di Bali Dilatih Beladiri Kempo

Fredrik Billy

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Cabang olahraga kempo kini tidak saja merambah sekolah-sekolah, namun juga institusi Polri. Ini terbukti dengan berlatihnya para anggota polisi di seluruh Bali beladiri kempo.

“Kami melatih anggota polisi yang baru masuk dan dari segi usia mereka masih berpotensi untuk meraih prestasi,” kata Wakil Ketua Umum Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Bali, Fredrik Billy, Selasa (11/2/2020).

Bagi Perkemi Bali sendiri, kata Billy, langkah Polda Bali mengharuskan anggotanya mahir beladiri kempo, sangat positif. Apalagi, nantinya di internal kepolisian ada kejuaraan kempo bertajuk Kapolda Bali Cup, yang pesertanya internal anggota polisi dari seluruh Bali.

Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali ini mengatakan, anggota Polri di Bali rata-rata berlatih kempo seminggu tiga kali di Polres masing-masing. Pesertanya pun, lanjut Billy cukup banyak, di Polda sebanyak 140 anggota.

“Di Polres Gianyar juga mendekati angka 140 peserta, di Polres Buleleng ada sekitar 100 peserta sedangkan paling sedikit untuk sementara masih Karangasem baru ada 50 peserta,” katanya dan menambahkan Perkemi Bali mengirim sejumlah pelatihnya di Polres-Polres dimana Perkemi Kabupaten kekurangan pelatih.

Langkah selanjutnya, menurut pria yang juga Sekretaris DPC Peradi Denpasar itu, baru menyasar Polres Badung dan Tabanan. Sedangkan Jembrana untuk sementara masih diusahakan.

“Sekarang ini memang latihannya masih terpisah di masing-masing kabupaten, nanti kami rancang latihan gabungan melibatkan 1.000 peserta dari seluruh Bali,” terang Fredrik Billy.

Dia mengatakan, di masing-masing kabupaten/kota saat ini memang baru ada 3-5 pelatih kempo yang menangani khusus anggota Polri aktif. Diakui, selain dari beladiri kempo, memang ada sebagai peserta yang sudah memiliki latar belakang beladiri. Sehingga banyak peserta dengan cepat memahami beladiri kempo.

“Teknik yang diberikan pelatih sangat mudah dimengerti.  Itu tak lepas dari sistem pelatihannya yang sifatnya eksekutif, kurikulum tersendiri dengan sebutan Dojo Eksekutif. Dan,  ujiannya juga bisa dipercepat dan lain sebagainya,” beber Fredrik Billy. (rup)