Sambut HUT ke-232, Disbud Kota Denpasar Gelar Lomba Lawar, Sate Renteng dan Banten Prani Tingkat SMP

Anak-anak SMP se Kota Denpasar mengikuti berbagai lomba seperti membuat lawar, sate renteng dan banten prani.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS–  Dalam upaya menjaga eksistensi produk kebudayaan, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menggelar lomba Lawar, Sate Renteng dan Banten Prani tingkat SMP Se-Kota Denpasar, Senin (10/2/2020) di kantor Disbud setempat.

Acara  dihadiri para seniman, budayawan, tokoh adat serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Turut berbaur dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ketua TP-PKK Kota Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra, Wakil Ketua TP-PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua Dharma Wanita Kota Denpasar, Kerti Rai Iswara.

Wawali Kota Denpasar, I.GN Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan lomba membuat Lawar, Sate Renteng dan Banten Prani tingkat SMP se-Kota Denpasar Tahun 2020 ini. “Tentu arti diselenggarakannya lomba ini sangat penting terutama dalam mengeksistensikan dan melestarikan produk kebudayaan seperti lawar, sate renteng dan banten prani agar anak- anak nantinya dapat membuat serta paham filosofi dibaliknya. Hal ini merupakan keterampilan penting saat mereka nanti terjun dalam prosesi adat di tengah masyarakat,” ungkap Jaya Negara.

Hal yang sama diutarakan Ketua TP-PKK Kota Denpasar, IA Selly Dharmawijaya Mantra bahwa pelaksanaan lomba membuat lawar, sate renteng dan banten prani tingkat SMP se-Kota Denpasar Tahun 2020 ini dapat digunakan untuk melatih skill anak untuk berpartisipasi dalam prosesi adat istiadat di tengah masyarakat.

Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram ditemui di sela- sela acara mengatakan lomba ngelawarsate renteng dan banten prani tingkat SMP se-Kota Denpasar Tahun 2020 ini dilaksanakan serangkaian HUT Kota Denpasar Ke-232 dan menyambut Hari Suci Galungan & Kuningan.

“Diikuti 20 tim dan diakhir pelaksanaan langsung diserahkan apresiasi berupa piala dan piagam bagi para juaranya,” terang IGN Bagus Mataram

Juara lomba ngelawar diraih SMPN 10 Denpasar, juara membuat lomba sate renteng diraih SMPN 12 Denpasar sementara untuk juara membuat banten prani diraih SMP PGRI 2 Denpasar.

Budayawan Guru Anom Ranuara menjelaskan, lomba-lomba ngelawarsate renteng dan banten prani dihelat guna mengeksistensi program yang telah dicanangkan walikota Denpasar termasuk didalamnya eksistensi berbasis budaya unggulan. “Kita sasar anak-anak SMP sebagai pondasi awal untuk eksitensi produk budaya berupa Uparenga Yadnya. Juri berasal dari kaum profesional di bidangnya dan setiap item yang dilombakan ini mengandung filosofi khusus, misalnya kita berbicara mengenai banten prani pemaknaannya bukan hanya sekedar performance, tapi terdapat pembinaan sosial yang tinggi.

Sate renteng yang juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya Kota Denpasar yang harus kita jaga. Lawar pun demikian, dimana dalam proses pembuatannya kita diajarkan untuk berorganisasi secara solid terutama dibutuhkan seorang pemimpin (tukang adon) dengan skill manajemen yang baik dalam meramu lawar yang baik. Antusias anak- anak ini sangat baik dalam mengikuti lomba dan hasil karyanya juga memuaskan,” ujar Guru Anom Ranuara.   (ari)