Pemkot Denpasar Dukung Pelestarian Bahasa Ibu sebagai Kekayaan Budaya Bangsa

0
50
Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) Ke-12 dan Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu (LPBI) Ke-2 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Ida Bagus Mantra, Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS  – Upaya pelestarian bahasa ibu didukung Pemerintah Kota Denpasar dan sejumlah  pihak. Seperti pada Kamis (6/2/2020), Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI menggelar Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) ke-12 dan Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu (LPBI) ke-2 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Ida Bagus Mantra, Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Kegiatan ini juga serangkaian HUT Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut hadir Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara bersama Rektor Universitas Udayana, AA Raka Sudewi serta Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI, Prof.Dr.Dadang Sunendar M.Hum.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara mengatakan, pelaksanaan SNBI ke-12 dan LPBI ke-2 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini merupakan hal membanggakan.

“Bagi Pemkot Denpasar, kegiatan ini menjadi sesuai dengan visi misi Kota Berwawasan Budaya sangat erat dengan pelaksanaan kegiatan ini. Pemkot Denpasar terus berkomitmen penuh meningkatkan kualitas dan kuantitas bahasa ibu dalam hal ini bahasa Bali melalui program strategis,” ujar Rai Iswara.

Karena itu ia mengajak sesering mungkin kita menuturkan bahasa ibu kita dengan menyelipkan bahasa ibu dalam bahasa pergaulan kita sehari- hari.

Rektor Universitas Udayana, AA Raka Sudewi mengatakan seminar dan lokakarya ini mempertemukan para pakar dan ahli untuk saling bertukar pikiran dalam upaya melestarikan bahasa ibu di Indonesia yang kaya dan terdiri dari ribuan bahasa ibu.

“Di tengah modernisasi banyaknya tantangan pelestarian bahasa ibu bagaimana para ahli mengemas bahasa ibu agar diminati lagi oleh anak muda. Kegiatan kali ini diikuti oleh 142 pengarah SNBI dengan 131 paper,” ujar A. Raka Sudewi.

Sementara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaaan Bahasa Kemendikbud RI, Prof Dr Dadang Sunendar MHum saat ditemui mengatakan pelaksanaan seminar ini berdekatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional pada 21 Februari.

Bahasa daerah, kata dia, menjadi salah satu fokus pengembangan di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengoordinasikan dengan stakeholder Pemerintah Dearah setempat untuk mengembangkan, melindungi, membina kemajuan bahasa sastra daerah.

“Senada dengan yang diucapkan Sekda Kota Denpasar, kami setuju bahasa daerah harus mampu memberikan kontribusi sumbangan kosa kata untuk memperkaya bahasa nasional kita. Ini juga menjadi strategi kami sesuai arahan Mendikbud untuk memperkuat bahasa negara kita,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, bahasa daerah yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 718 bahasa daerah per Oktober 2019, persebarannya paling banyak di Papua dan Papua Barat dengan 428 bahasa daerah. Sisanya tersebar di Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Maluku Utara. Sementara itu, bahasa Bali berada di tingkat daya hidupnya masuk kategori aman, tidak kritis ataupun terancam punah. (ari)