Tuan Rumah Papua Tak Setuju Bukan Berarti 10 Cabor Tak Bisa Dihelat

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Munculnya ketidak setujuan KONI Papua terhadap digelarnya 10 cabor di Jawa Timur, dianggap oleh KONI Bali bukan masalah. Dan, ketidaksetujuan KONI Papua itu bukan berarti 10 cabor tidak bisa digelar di Jawa Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, tuan rumah PON XX/2020 Papua menyoret 10 cabor dari semula 47 cabor menjadi 37 cabor saja yang dipertandingkan di PON Papua, Oktober-November 2020 mendatang.

Setelah KONI Provinsi di luar Papua dan pengurus cabang olahraga yang dicoret melakukan berbagai upaya, akhirnya pemerintah menyetujui 10 cabor tersebut dihelat di Jatim dengan tetap menjadikannya prestasi 10 cabor tersebut sebagai prestasi PON XX/2020. Kesepuluh cabor itu, yakni cricket, dansa, balap sepeda, gateball, woodball, bridge, petanque, soft tenis, tenis meja, dan ski air.

 “Memang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KONI Pusat dengan KONI provinsi seluruh Indonesia di Jakarta belum lama ini, KONI Papua tidak setuju dan memilih tetap menyoret 10 cabor. Tapi itu bagi KONI Bali bukan masalah karena yang tidak setuju tersebut merupakan sekretaris umum KONI Papua,” tutur Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Selasa (4/2/2020).

Lantas kenapa dianggap tidak masalah? Mantan Ketua KONI Badung itu mengaku jika tidak setuju tersebut datangnya bukan dari pihak pemerintah dalam hal ini Gubernur Papua. Apalagi Gubernur Papua dan Gubernur Jawa Timur sudah sepakat jika 10 cabor itu akhirnya dipertandingkan di Jawa Timur dengan biaya yang disediakan oleh Jawa Timur Rp50 miliar.

“Kalau Gubernur Papua dan Jawa Timur setuju 10 cabor itu dipertandingkan di PON dengan tuan rumah Jawa Timur tapi tetap serangkaian dengan PON Papua apa lantas yang dipermasalahkan?  Kan PON itu merupakan hajatan pemerintah sementara KONI itu sifatnya kan pelaksana saja,” terang Suwandi.

Berangkat dari dasar itulah dirinya mengaku tak mempermasalahkan dengan apa yang menjadi tanggapan dan statemen dari KONI Papua. Belum lagi makna dari PON itu sendiri tujuannya untuk merekrut atlet berprestasi yang nantinya membela Indonesia di event internasional.

“Intinya kami sadar sebagai KONI itu kan perpanjangan tangan dari pemerintah sehingga apapun yang terkait dengan pemerintah pastinya kami mendukung pemerintah. Yan anti kita lihat saja kelanjutannya dari pihak Papua saja. Tapi kami optimis Jawa Timur tetap menjadi host dipertandingkannya 10 cabor tersebut,” demikian Suwandi.(git)