Untuk Sementara Waktu, Bali Tunda Penerbangan dari dan Menuju Tiongkok

Wisatawan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS  Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan pernyataan bahwa penerbangan dari dan ke Tiongkok ditunda untuk sementara waktu. Hal itu terkait dengan merebaknya wabah coronavirus yang semakin luas penyebarannya.

Surat yang dirilis itu bernomor 556/666/III/Dispar tentang penundaan sementara dari/ke Tiongkok.

Surat yang ditandatangani Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati itu menegaskan bahwa, terhitung mulai tanggal 5 Februari 2020, pukul 00.00 WITA, semua penerbangan dari/ke RRT ditunda sementara sampai balas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kepada wisatawan Tiongkok yang tinggal di Bali melewati tanggal 5 Februari 2020, agar segera berkoordinasi dengan travel agent maskapai penerbangan.

Pemprov Bali juga menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada seluruh wisatawan asal Republik Rakyat Tiongkok.

“Semoga musibah ini segera dapat diatasi. Kami mengapresiasi segala upaya yang telah ditempuh oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok serta berharap Bali tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Tiongkok di masa yang akan datang,” tulis surat tersebut.

Dalam surat itu juga disertakan nomor telepon yang dihubungi jika memerlukan informasi lebih lanjut.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, Bali memiliki penerbangan langsung dari dan ke daerah terjangkit. Kondisi itu menurutnya, diperlukan kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran dari coronavirus di Provinsi Bali.

“WHO pada 30 Januari 2020 telah mengumumkan bahwa nCoV sebagai public health emergency of International concern (PHEIC),” kata Suarjaya.

Pemantauan yang dilakukan pada 26 Januari – 1 Februari 2020 nihil ditemukan penumpang pesawat di bandara. Jumlah yang terawasi sebanyak 716 pesawat yang berasal dari Tiongkok sebanyak 118 pesawat dan negara sehat 598 pesawat.

Kru pesawat yang diperiksa sebanyak 5.924 orang dan penumpang pesawat 90.836 orang.

Pemantauan di periode yang sama, 7 pasien WNA di RSUP Sanglah dalam status diawasi dan 7 orang dalam pemantauan.

“Jumlah yang diambil sampel 7 orang, 6 orang negatif dan 1 orang masih pemeriksaan sampel. 1 kasus masih dalam observasi di RSUP Sanglah,” kata Ketut Suarjaya.   (ari)