Polisi Gulung Aktor Utama Pembalakan Liar Hutan di Buleleng

Ayah dan anak otak pelaku pembalakan liar hutan di Singaraja ditangkap polisi.

Buleleng, PERSPECTIVESNEWS Kepolisian Resort Buleleng berhasil menggulung sindikat pembalakan liar hutan (illegal logging) sekaligus menangkap dua orang yang ditengarai sebagai aktor utama dalam kasus tersebut.

Kedua pelaku tersebut merupakan anak dan ayah, ditangkap di wilayah Kabupaten Tabanan setelah sebelumnya kerap berpindah tempat untuk mengecoh polisi. Keduanya adalah Kadek Widiya (46) dan anaknya Kadek Astrawan  alias Gembul (28)  asal Dusun Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk.

Mereka ditangkap pada Sabtu (1/2/2020) sekitar pukul 23.45 Wita di kawasan Pura Sading, Blatungan,Tabanan. Penangkapan keduanya cukup dramatis. Setelah selama 4 hari tim gabungan menguntit jejak pelaku dan mengendus keduanya berada di lokasi. Setelah dipastikan mereka bersembunyi di tempat itu, tim pemburu menyergapnya sebelum kembali meloloskan diri.

Dikonfirmasi penangkapan itu, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, membenarkan. Bahkan dengan tegas Sinar meminta agar pelaku lain menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas. “Yang lain menyerahlah,” tegasnya, Minggu (2/2/2020).

Dengan ditangkapnya otak di balik pelaku pembalakan hutan di Desa Pangkung Paruk, tersisa yang belum ditangkap dan masuk DPO berjumlah 6 pelaku. Sebelumnya 3 orang terlebih dahulu ditangkap menyusul dua lagi tertangkap di Tabanan.

Sementara Kapolsek Seririt  Kompol Made Uder membenarkan pihaknya telah menangkap otak pelaku pembalakan. Hasil itu, kata Uder, setelah menguntit tempat persembunyian pelaku yang selalu berpindah. “Setelah dipastikan berada di Desa Belatungan, tim yang memburunya langsung melakukan penyergapan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pasca Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto menangkap pelaku pembalakan liar di Desa Pangkung Paruk Rabu (26/1/2020) malam beserta barang bukti berupa  kayu sonokeling berjumlah 23 batang, Kepala Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Ketut Sudiarsana,melaporkan kasus itu ke Polres Buleleng.

Sudiarsana berharap polisi tidak setengah hati menangani kasus pembalakan liar di kawasan hutan lindung Desa Pangkung Paruk tersebut. Sudiarsana menyebut aksi pembalakan di desanya sudah berlangsung lama bahkan hingga memantik keresahan.(red)