Perekonomian Bali Diprakirakan Masih Tetap Tumbuh Kuat

Wakil Presiden RI ke-11 periode 2009-2014 Prof Dr Boediono bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dan Dr. Ir. Anton Hendranata, Ekonom Senior, Kepala Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Bank Indonesia Provinsi Bali memprakirakan ekonomi Bali masih tetap tumbuh kuat. Hal tersebut tercermin dari kinerja pertumbuhan ekonomi yang resilient dan berada di atas pencapaian ekonomi nasional.

“Perekonomian Bali diperkirakan masih dapat tetap tumbuh tinggi sebesar 5,40 persen-5,80 persen tahun 2019 dan sebesar 5,70 persen-6,10 persen tahun 2020,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Saat menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam bedah buku “Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah” karya Wakil Presiden ke-11 periode 2009-2014 Prof Dr Boediono yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia 2008-2009, Rabu (29/1/2020), Trisno Nugroho menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Bali tidak terlepas dari perkembangan kinerja pariwisata.

Pada tahun 2019, lanjut dia, kinerja pariwisata sedikit tertahan, tercermin oleh melambatnya perkembangan kunjungan wisman. Penyebab itu di antaranya karena dampak lanjutan penegakan zero dollar tourism, bencana alam, ekses pemilu dan semakin kompetitifnya destinasi wisata dunia.

Pada awal 2020, kinerja pariwisata juga tertekan akibat virus corona dari China, sehingga jumlah wisman dari Negeri Tirai Bambu itu diperkirakan turun drastis. “Masih kuatnya kinerja konsumsi di Bali tidak terlepas dari masih kuatnya daya beli masyarakat yang didukung oleh terkendalinya inflasi di Bali,” imbuhnya.

Begitu pula dengan koordinasi, sinergi, dan komitmen TPID pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kata dia, menjadi kunci keberhasilan menjaga inflasi di 2019 dengan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Ekspektasi. Itu sebabnya tahun 2019 inflasi Bali tercatat cukup rendah, 2,38 persen.

Ke depan, inflasi Bali masih menghadapi beberapa tantangan terkait dengan kenaikan cukai rokok, kenaikan iuran BPJS kesehatan, peningkatan kunjungan wisatawan yang membawa konsekuensi peningkatan permintaan serta peningkatan biaya pendidikan.

Meskipun demikian, dengan koordinasi yang solid, inflasi pada tahun 2020 diperkirakan masih berada dalam sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3 persen±1 persen (yoy).

KPw BI Provinsi Bali saat ini telah menyelesaikan pembangunan sarana prasarana perpustakaan baru yang berada di dalam gedung utama dengan lokasi strategis dan mudah diakses oleh pemustaka.

Perpustakaan KPwBI Prov. Bali memiliki koleksi buku sebanyak ±12.754 buah yang terdiri dari koleksi buku ekonomi (buku-buku yang menunjang pelaksanaan tugas Bank Indonesia) dan non ekonomi, dengan koleksi yang berkualitas baik dari dalam maupun luar negeri.

“Harapannya, selain pegawai, masyarakat umum juga dapat mengunjungi dan memanfaatkan koleksi dan fasilitas perpustakaan tersebut,” demikian Trisno yang berharap perpustakaan baru KPw BI Provinsi Bali memperoleh akreditasi A dari Perpustakaan Nasional dan menjadi perpustakaan terakreditasi terbaik.

Bedah buku dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali dihadiri Prof Boediono, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dan Dr. Ir. Anton Hendranata, Ekonom Senior, Kepala Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia.(ari)