Presiden Didesak Segera Keluarkan PP Soal 10 Cabor PON Dihelat di Jawa Timur

Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSRapat Koordinasi KONI Pusat dengan KONI provinsi di Indonesia memutuskan agar Presiden Joko Widodo secepatnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait dengan dipertandingkannya 10 cabang olahraga (cabor) PON dengan venue di Jawa Timur (Jatim).

Para peserta rakor yang berakhir Selasa (28/1/2020) malam di Jakarta itu berpandangan bahwa PP soal 10 cabor dihelat di Jatim merupakan sesuatu yang sangat urgen.

Permintaan itu muncul ketika materi pembahasan sudah masuk kepada usulan 10 cabor yang sempat dicoret untuk tidak dipertandingkan pada PON XX/2020 di Papua Oktober-November mendatang, dikabarkan bakal dipertandingkan di Jawa Timur usai Ketua KONI Umum Pusat Marciano Norman beberapa waktu lalu menghadap Prersiden Joko Widodo.

“Memang dalam Rakor itu ada permintaan agar PP cepat dibuat dan diedarkan ke KONI provinsi seluruh Indonesia dan tidak ditunda-tunda lagi karena menyangkut persiapan atlet 10 cabor itu, sementara waktu terus berjalan dan gelaran PON di Papua semakin dekat dan mepet,” tutur Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi Rabu (29/1/2020) malam.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Marciano Norman ketika membahas usulan terkait 10 cabor itu dipertandingkan lagi sebagai rangkaian PON di Papua meski gelarannya di Jawa Timur, sebagian besar dan mayoritas KONI provinsi mendukung dan sepakat dengan semua itu.

“Selain sepakat dan mendukung 10 cabor itu dipertandingkan di Jawa Timur, PP nantinya dikeluarkan juga menjadikan PON nanti digelar di dua provinsi yakni Papua dan Jawa Timur. Apalagi Jawa Timur sudah siap menjadi tuan rumah juga,” tambah mantan Ketua KONI Badung itu.

Bahkan menurut Suwandi, untuk kesiapan Jawa Timur itu sendiri menjadi tuan rumah dibuktikan dengan bakal disiapkannya dana helatan mencapai Rp50 miliar. Soal tanggungan yang ditanggung tuan rumah, Jawa Timur memberlakukan sama dengan Papua.

“Fasilitas kepada kontingen provinsi yang dilakukan Jawa Timur untuk 10 cabor sama dengan yang diberikan Papua. Intinya untuk akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal juga bakal diberikan gratis oleh Jawa Timur,” pungkas Suwandi.(rup)