Tak Jadi Dicoret, KONI Bali Minta Tujuh Cabor Persiapkan Diri

Woodball akhirnya kembali menjadi andalan Bali mendulang emas PON XX setelah santer dikabarkan Jawa Timur bersedia menjadi tuan rumah 10 cabor termasuk woodball.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Angin segar berembus di kalangan pengurus cabang olahraga yang semula tidak dipertandingkan di PON XX/2020 Papua. Provinsi Jawa Timur melalui APBD setempat bersedia menjadi tuan rumah PON XX untuk 10 cabor yang dicoret oleh Papua tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Papua sebagai tuan rumah PON XX, dengan alasan tertentu menyoret 10 cabor dari 47 cabor yang semula hendak dipertandingkan di hajatan empat tahunan itu. Sepuluh cabor itu meliputi balap sepeda, ski air, bridge, woodball, gateball, golf, soft tenis, tenis meja, petanque dan dansa.

“Dari 10 cabor itu Bali minus ski air, bridge dan soft tenis yang tidak lolos, artinya tujuh cabor lainnya menjadi andalan Bali mendulang medali emas. Karenanya dengan bersedianya Jatim menjadi tuan rumah gelaran PON XX terhadap 10 cabor itu, maka kami minta tujuh cabor yang lolos PON agar kembali mempersiapkan diri,” terang Sekum KONI Bali, IGN Oka Darmawan, Senin (27/1/2020).

Oka Darmawan mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan terhadap 10 cabor yang semula dicoret dari Papua namun Jatim bersedia mempertandingkannya, asal prestasi yang dihasilkan nanti menjadi satu kesatuan dengan cabor yang dipertandingkan di Papua.

Perkembangan terakhir, kata Oka Darmawan, beberapa waktu lalu ada pertemuan antara pemangku kepentingan cabor dengan Presiden Joko Widodo. Inti pertemuan tersebut, lanjut dia, Presiden menyetujui 10 cabor itu digelar di Jatim.

“Jadi tinggal Pak Presiden keluarkan SK saja, semua menjadi beres. Karena itu kami minta atlet yang cabornya masuk 10 itu di Bali harus kembali berlatih dengan serius,” pinta Oka Darmawan.

Dari 10 cabor itu lanjutnya, memang ada 7 cabor dari Bali yang lolos. Hanya tiga yang tidak lolos Pra-PON maupun tidak mengikuti PON. Ketiganya yakni bridge yang tidak lolos PON, ski air absen di Pra-PON karena belum ada kepengurusan pengprov serta soft tenis yang absen juga di Pra-PON.

“Atlet dari cabor yang lolos PON itu kan memang harus tetap berlatih rutin dan tidak harus ketika hendak ada event saja berlatih. Tidak ada event pun mereka kan tetap harus menjaga bahkan terus meningkatkan kualitasnya baik fisik maupun teknik,” tambah Oka Darmawan. (rup)