‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’ Pegadaian Teken MoU dengan Kejaksaan Negeri Denpasar

MoU PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII dengan Kejaksanaan Negeri Denpasar.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Moto PT Pegadaian (Persero) yakni ‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’ makin diintensifkan. MoU (Nota Kesepahaman) yang diteken PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII (Bali Nusra) dengan Kejaksaan Negeri Denpasar, menjadi wujud konkrit meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya.

Pada penandatanganan MoU yang dilakukan di Kantor Pegadaian, Jln. Thamrin Denpasar, Selasa (28/1/2020) terungkap, kedua lembaga pemerintah tersebut menjalin kerjasama tentang ‘Bantuan Hukum Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara’.

MoU itu diteken oleh Nuril Islamiah selaku Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Denpasar (pihak pertama) dengan Luhur Istighfar selaku Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar (pihak kedua).

Nuril dalam keterangannya kepada pers mengatakan, penting menjalin kerjasama dengan lembaga hukum Negara dalam upaya meminimalkan permasalahan yang mungkin timbul dari kegiatan bisnis.

“Kita kan mesti mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus dari kegiatan bisnis pinjam meminjam (gadai –red) ini. Moto kami kan ‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’, untuk itu kami ingin lebih mengintensifkan pelayanan itu dengan menjalin MoU dengan Kejaksaan Negeri Denpasar sebagai konsultan yang akan memberikan bantuan penanganan hukum agar di kemudian hari tidak muncul gugat menggugat atau masalah perdata di Pegadaian,” jelas Nuril.

Mou tersebut, lanjut Nuril merupakan kelanjutan dari sinergi Pegadaian dengan 34 lembaga mitra di tingkat pusat. Di Denpasar kerjasama itu tak sebatas dengan Kejaksanaan Negeri Denpasar, tetapi juga bakal diperluas dengan lembaga lainnya di daerah.

Sinergi Bisnis

Nuril Islamiah

Nuril mengakui, kerjasama dengan Kejaksaan bukan semata dari aspek hukum tetapi juga perluasan pasar. “Tidak ada salahnya jika kerjasama ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai Kejaksaan terhadap produk-produk Pegadaian. Kami memiliki produk yang saat ini menjadi primadona diantaranya tabungan emas,” tutur Nuril.

Kinerja Pegadaian Denpasar dikatakan Nuril cukup membanggakan. Bila secara nasional NPL (Non Performing Loan) atau kredit bermasalah PT Pegadaian mencapai 1,75 persen sementara Pegadaian Denpasar hanya 0,97 persen. “Kita yang terendah secara nasional. Dan akan meningkatkan lagi performa bisnis dengan menekan lagi NPL menjadi yang serendah-rendahnya,” tegas Nuril.

Untuk kontribusi pendapatan secara nasional, Pegadaian Denpasar berada pada posisi empat besar. Ini tidak lain karena dukungan  kepatuhan masyarakat nasabah, kondisi perekonomian Bali yang makin membaik serta potensi daerahnya yang cukup mendukung.

“Kami akan kejar target pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 6 triliun, sementara target tahun 2019 sebesar Rp 4,9 triliun sudah terlampaui di angka Rp 5 triliun lebih. Waktu masih panjang, optimis tercapai,” tutup Nuril Islamiah.    (ari)