Keperluan Setiap Atlet PON Diestimasi Mencapai Rp70 Juta

Ketut Suwandi (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS KONI Bali mengestimasi keperluan anggaran setiap atlet Bali secara global mulai dari melakoni pelatihan daerah (pelatda) sampai mengikuti PON XX/2020 di Papua dan kembali lagi ke Bali mencapai Rp 70 juta.

Kebutuhan itu pastinya mencakup segalanya baik mulai anggaran untuk selama pelatda, try out atau try in, anggaran untuk menginap di hotel termasuk konsumsi dan akomodasi selama TC sentralisasi nantinya, serta untuk peralatan dan tiket atau lainnya ke Papua sampai kembali tiba di Bali usai PON.

“Itu masih estimasi sementara ini jika terkait anggaran kebutuhan. Kami estimasikan untuk satu atlet dan belum lagi nantinya untuk pelatih atau lainnya. Jadi kemungkinan juga akan berubah jumlah nominal anggaran itu meski melesetnya tidak begitu jauh dari angka tersebut,” tutur Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Senin (27/1/2020).

Semua itu, lanjutnya, masih estimasi karena KONI Bali saat ini sedang melakukan verifikasi untuk atlet yang berpotensi meraih medali di PON Papua dan memang pantas untuk dikirim. Jumlah atlet Bali yang lolos PON sendiri diakuinya sekitar 300 atlet dan jumlah itu masih belum dilakukan pengurangan atlet terkait dengan verifikasi tadi.

“Kalau sama pelatih dan lainnya kalau belum diverifikasi sekarang ini bisa mencapai 500 orang. Tapi semuanya bakal berkurang juga setelah adanya verifikasi baik atlet maupun pelatih nantinya. Jadi karena masih proses verifikasi itulah kami memberikan estimasi seperti itu,” tegas mantan Ketua KONI Badung tersebut.

Diakuinya, memang dana bantuan Pemprov Bali mulai dari persiapan, mengikuti sampai pulang dari PON Papua nantinya yakni Rp 50 miliar. Tapi tidak semuanya itu penuh untuk PON. Bantuan itu masih terpotong Rp 10 miliar untuk operasional KONI Bali musim ini termasuk biaya peralatan atlet dan Rp 1 miliar lagi dialokasikan untuk bonus atlet peraih medali di SEA Games Filipina tahun lalu.

“Makanya untuk peralatan kami proyeksikan dananya bagi cabang olahraga (cabor) unggulan yang utamanya potensi meraih emas di PON Papua nantinya,” tukas Suwandi.(rup)