Alasan Strategi, PJSI Bali Tak Kirim Peraih Medali SEA Games ke Kartika Cup

Kadek Anny Pandini saat meraih medali emas SEA Games 2019 Filipina.(FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali benar-benar mengatur strategi agar di PON XX/2020 mendatang mampu meraih prestasi maksimal. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan tidak mengirimkan judoka potensial meraih medali di Papua ke ajang Kejurnas Judo Kartika Cup.

Wakil Ketua Umum PJSI Bali, Nengah Sudiartha, Senin (20/1/2020) mengatakan Kartika Cup yang akan digelar di Lampung, Maret nanti merupakan ajang nasional yang boleh jadi diikuti oleh judoka-judoka andalan daerah lain di PON Papua. Itu karena ajang Kartika Cup dijadikan ajang pemanasan.

Bali sendiri, lanjut Sudiartha, dipastikan tidak mengirim judoka putra dan putri yang saat SEA Games Filipina lalu menyumbangkan medali emas, perak dan perunggu untuk Indonesia.

“Pasti kami sembunyikan dan tak boleh turun di Kartika Cup. Hal itu karena ada pertimbangan-pertimbangan tersendiri. Di samping agar perkembangan kualitas fisik dan teknik judoka andalan kami tak diketahui lawan, juga Kertika Cup itu sudah bukan lagi event untuk pengumpulan poin karena ajang Pra-PON tempat pengumpulan untuk event sudah dihapus,” tutur Nengah Sudiartha.

Lantas siapa yang nantinya bakal dikirim ke Kartika Cup di Lampung itu? Dirinya memberikan ancang-ancang yakni beberapa judoka PON yang prestasinya masih dibawah judoka andalan yang disembunyikan, plus judoka pelapis.

“Judoka putra dan putri PON yang diturunkan nantinya seperti Wibawa Kusuma di kelas 45 kg, Tiwi Angelina (45 kg), Agung Cahya (48 kg), Aprianingsih (52 kg) dan Ayu Intan (63 kg),” terang Sudiartha.

Tujuannya dikirimnya judoka tersebut lanjutnya, untuk melihat perkembangan kualitas judoka yang dikirim ke Lampung sekaligus untuk para pelatih melakukan evaluasi kepada judoka selama bertanding. “Sekarang ini kami masih menyusun program untuk latihan para judoka PON Bali dan lusa (besok –red), kami akan menghadap ke Ketua Umum KONI Bali untuk melaporkan program itu sekaligus meminta arahan,” pungkas Sudiartha.(rup)