AKBP Ketut Gede Adi Wibawa: “Berdayakan Desa Adat”

0
576
AKBP Ketut Gede Adi Wibawa

Peredaran Narkoba jenis sabu masih saja terjadi di Jembrana. Untuk itu semua elemen masyarakat hendaknya ikut serta mengawasi peredaran Narkoba yang mengancam kehidupan manusia  tidak hanya kalangan orang tua namun juga remaja.

Polres Jembrana pun menekan peredaran jenis barang haram ini melalui himbauan rutin kepada masyarakat termasuk mengoptimalkan fungsi Babinkamtibmas yang ada di masing-masing Kapolsek mulai dari Polsek Pekutatan hingga Polsek Gilimanuk.

Dalam pengamatan Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa selama ini, bahwasanya peredaran Narkoba tidak hanya merambah kota namun telah merambah desa-desa di Jembrana bahkan menyasar banyak kalangan bukan hanya pekerja mungkin juga pelajar.

“Untuk itu saya mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan narkoba tersebut,” ungkap Kapolres Adi Wibawa  serius.

Perwira asal Tabanan yang humoris ini lanjut mengemukakan, selama ini Polres Jembrana selain melakukan penindakan, pihaknya juga mengoptimalkan Babinkamtibmas yang bertugas di masing masing desa untuk memberikan imbauan kepada masyarakat.

Setiap bulan pihaknya juga memerintahkan Babinkamtibmas untuk melaksanakan apel di sekolah-sekolah dan dalam kesempatan tersebut pihaknya memberikan imbauan baik itu masalah penyalahgunaan narkotika, narkoba dan masalah berlalu lintas serta yang terkait dengan tugas pokok kepolisian.

Sejalan dengan program Kapolda Bali, Kapolres Jembrana pun memprogramkan tentang Desa Adat Anti Narkoba. Bahkan program ini nantinya akan dilombakan. Setiap kabupaten/kota menunjuk salah satu Desa Adat Anti Narkoba.

“Ini salah satu upaya menekan peredaran narkoba. Tentang awig-awig dengan segala pirantinya bukan ranahnya kepolisian dalam mengatur hal itu. Yang terpenting bagaimana upaya menekan peredaran Narkoba sekecil mungkin di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat bisa terhindar dari barang terlarang ini. Untuk itu Desa Adat perlu diberdayakan,” tutup Kapolres Adi Wibawa.     (utu)