Asprov PSSI Bali Dukung Kesetaraan Gender

0
92
Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana dan Ketua Departemen Sepak Bola PSSI Bali, Nasser Attamimy berpose bersama peserta 30 pelatih peserta sosialisasi pledge united.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali sangat mengapresiasi kegiatan ‘pledge united’, yang mendidik pesepakbola remaja tidak melakukan kekerasan kepada wanita. Dengan begitu maka ada persamaan hak antara wanita dan laki-laki dalam menekuni dan memajukan sepak bola.

Ketua Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana saat menjadi pembicara pada sosialisasi bertajuk “Respect Pledge United”, Jumat (17/1/2020) mengatakan, dengan persamaan gender nantinya tidak ada lagi perbedaan partisipasi antara wanita dan laki-laki.

“Semoga pesan-pesan yang dibawa melalui ‘pledge united’ bisa dimaklumi oleh para peminat sepak bola di Bali bahwa untuk memajukan sepak bola kita mesti melakukan kesetaraan gender. Mari kita hargai peran wanita di dunia sepak bola,” ujar Suardana.

Didampingi Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali, Nasser F Attamimy, Suardana menambahkan, mungkin dulu ada paradigma bahwa wanita membuat aib di dunia sepak bola. Tetapi, lanjut dia, kini sudah tidak ada lagi seiring federasi sepak bola internasional (FIFA) menyetarakan gender antara wanita dengan laki-laki di dunia sepak bola.

Dengan adanya kesepahaman antara laki-laki dan wanita, kata dia, maka dunia sepak bola di Indonesia lebih maju termasuk juga di Bali. Suardana minta pelatih dan pembina sepak bola di Indonesia dan Bali tidak membuat sekat-sekat antara laki-laki dan wanita dalam hal peran mereka masing-masing.

“Saya berharap pledge united bekerja dengan baik dan berkontribusi kepada Indonesia dan Bali dalam dunia sepak bola. FIFA sebenarnya sudah dari dulu menyetarakan gender untuk menangkal radikalisme. Ini sungguh luar biasa bagi Indonesia karena kita sebenarnya juga sudah mengharga peran kaum wanita. Kita hormati wanita, untuk menepis anggapan dan stigma kaum wanita di Indonesia merupakan nomor dua berbahaya di Asia Pasifik,” demikian Ketut Suardana.

Sementara Nasser F Attamimy menambahkan, pledge united merupakan ikrar dimana insan sepak bola laki-laki sadar akan masalah kekerasan berbasis gender di Indonesia, sehingga dengan demikian berupaya menghormati dan melindungi kaum wanita melalui sepak bola.

“PSSI Pusat telah menuntut kita semua untuk bersama-sama melangkah antara perempuan dan laki-laki, karena wanita juga punya hak yang sama dalam menekuni olahraga sepak bola. Remaja laki-laki harus menghormatinya apakah wanita sebagai pemain maupun bukan,” ujar Nasser.

Di Eropa, kata dia, sudah diterapkan bermain bersama antara laki-laki dan wanita untuk tingkatan SSB. Mereka bermain bersama tidak masalah dan inilah kesetaraan gender dengan memberikan hak yang sama kepada wanita dan tidak mencemooh.

“Di Amerika yang notabene bukan negara sepak bola tetapi berhasil melahirkan tim sepak bola wanita hebat. Itu karena di sana ada persamaan hak dan tidak ada perbedaan gender dalam menekuni sepak bola,” tegasnya.(git)