Warga Kabupaten Bangli Tertipu Arisan Online Nilainya Sangat Fantastis

0
159
Kombes Yuliar Kus Nugroho

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Beberapa orang warga Kabupaten Bangli, Bali tertipu hingga miliaran rupiah oleh penipuan investasi berkedok arisan online. Para korban rata-rata tertarik dengan iming-iming bunga tinggi berkisar 20 sampai 30 persen.

Pihak kepolisian di Bangli menyarankan warga yang menjadi korban agar membuat laporan, baik di Polres maupun Polda Bali. Sebab korban penipuan ini tak hanya di Bangli tapi ada juga di Klungkung dan Denpasar.

Seorang peserta arisan online yang enggan identitasnya ditulis mengaku mengalami kerugian sebesar Rp250 juta lebih. Perempuan  ini ikut arisan online sejak tiga tahun lalu. Awalnya, korban hanya menyetor uang Rp50 ribu dan setelah tergiur bunga tinggi yakni 30 persen sebulan akhirnya melakukan pinjaman di bank Rp100 juta.

Dalam kurun waktu tiga tahun itu, korban mengaku sempat beberapa kali melakukan penarikan bunga tapi diinvestasikan kembali  hingga uangnya mencapai Rp 250 juta lebih. Celakanya, pihak owner atau admin dari arisan itu tak mampu mengembalikan uang tersebut karena kolaps.

Nasib serupa dialami salah seorang pemilik warung nasi di Desa Tembuku. Ibu tiga anak ini mengaku tergiur ikutan arisan online untuk modal usaha warungnya. Meski baru enam bulan ikut, dia pun sudah merasakan ada gelagat tidak baik dari owner atau koordinator. Pada arisan tersebut ia sudah investasi Rp32 juta dan sudah sempat menarik bunga.

Karena merasa tak kuat, dirinya pun berniat berhenti. Apalagi demi ikut arisan, dirinya sampai jual emas yang dia punya. Namun oleh pihak owner tidak diizinkan dengan dalih masih memiliki tunggakan. Padahal besaran tarikan dengan invetasi yang dia ajukan sudah sesuai.

“Kalau selesai ikut, harus bayar lagi sesuai jumlah tarikan. Kan rugi jadinya. Bukannya punya uang malah punya utang banyak. Setelah mau selesai baru dikasi tahu kalau aturannya demikian. Padahal di awal tidak ada disebutkan syarat demikian. Banyak teman saya yang juga mengalami begini, bahkan investasinya sudah sampai Rp2 miliar. Tapi tidak ada yang berani melapor. Malah kami yang sebagai peserta diancam mau dilaporkan,” kisahnya.

Sementara Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho yang ditemui pewarta, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan investasi yang menawarkan bunga cukup tinggi via online.

“Kami sudah sering memberikan imbauan melalui media tapi masih saja ada masyarakat percaya dan tergiur dengan investasi yang menawarkan keuntungan cukup tinggi, via online lagi,” ungkapnya.

Dikatakan Kus Nugroho, investasi yang diikuti masyarakat tersebut melalui online yang berisiko terjadinya penipuan. “Sekali lagi kami ingatkan masyarakat berhati-hati transaksi melalui online karena tidak semua yang ditawarkan itu benar,” pintanya.(red)